Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

PILIHAN & KONSEKUENSI

Ringkasan khotbah Ps. Bram Manusama. IR III Minggu, 12 Agustus 2018.

 

Rut 1:1-16  Rut dan Naomi.

Salah satu kemampuan yang Tuhan kasih buat kita manusia adalah kemampuan untuk memilih. Tuhan merancang kita bukan sebagai makhluk yang memiliki insting, tapi kita diberikan kemampuan untuk memilih.

Kita hidup di zaman millenial dimana orang berperang untuk mempertahankan hak dan kebebasan untuk memilih, terutama di negara-negara demokrasi. Hal yang paling sulit adalah berusaha mengerti prinsip-prinsip kerajaan tapi dengan cara berpikir demokrasi. Semua media, termasuk media sosial, menegaskan bahwa “Kamu punya hak untuk memilih dan banyak orang berperang untuk mempertahankan hak itu.”

Hal ini seperti dua sisi mata uang dari satu koin yang sama dan tidak dapat dipisahkan. Dunia berteriak tentang hak untuk memilih, tapi di lain sisi, tidak ada kemerdekaan dalam konsekuensi. Ada kebebasan dalam memilih, tapi tidak ada kebebasan dalam konsekuensi (Apapun yang kita pilih, pasti ada konsekuensinya). Kita ada saat ini karena pilihan-pilihan yang kita buat sebelumnya.

Kisah Rut dan Naomi sangat jelas menggambarkan tentang “Pilihan dan Konsekuensi.” Peristiwa ini terjadi pada zaman hakim-hakim. Ada ciri-ciri kehidupan di zaman hakim-hakim ini:

 

1)      Generasi ini tidak mengenal Tuhan ataupun perbuatan-Nya bagi orang Israel.

Hakim-hakim 2:10-11  10Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

 

2)      Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 17:6 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Hakim-hakim 21:25 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Zaman hakim-hakim dalam sejarah Israel sebenarnya merupakan zaman yang paling buruk, sebab tidak ada kepemimpinan di dalam bangsa itu. Orang bisa berbuat apa saja sesuai dengan keinginan dan pendapat mereka. Mereka hidup seperti ada di lingkaran setan (naik dan turun silih  berganti). Hari ini menerima kelepasan, besok diperbudak lagi, hari ini terbebas, besok diperbudak lagi, terus menerus.

Rut 1:1-5, Betlehem artinya rumah roti. Siapa yang lahir di Betlehem?  Dialah “Roti Hidup” itu. Ada tiga pilihan yang kita temukan di dalam kisah Rut dan Naomi ini:

Pilihan pertama: Begitu ada kelaparan dan kesusahan, mereka meninggalkan Bethlehem (Rumah Roti). Yang namanya kelaparan dan kesusahan itu ada di mana-mana. Seharusnya mereka tidak perlu lari dari “Rumah roti”. Sepuluh tahun mereka tinggal di tanah Moab konsekuensinya adalah 3 pria dalam satu keluarga mati. Naomi kehilangan 3 pria yang berarti dalam hidupnya. Bayangkan penyesalan dalam hatinya, mungkin seharusnya dia tidak meninggalkan Betlehem.

Rut 1:20-21  20Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. 21Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.”

Pilihan kedua: Naomi memilih untuk kembali ke Betlehem.

Rut 1:6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Apapun kesalahan kita, betapa beratnya dosa kita, tidak ada kata terlambat untuk mengambil pilihan yang baru, yaitu kembali kepada Tuhan. Sebab itu bagi siapa pun yang keluar dari “Rumah Roti”, hari ini segera ambil pilihan yang baru, kembali ke “Rumah Roti”.

Seringkali kita hidup dengan perasaan bersalah, masalahnya kita tetap tinggal dalam pilihan yang salah itu. Yang kita jumpai bukannya orang lari kepada Tuhan, tapi sebaliknya mereka lari dari Tuhan.

Kisah Daud di dalam II Samuel 24. Daud melakukan kesalahan yang besar.

II Samuel 24:11-14 11Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian: 12“Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.”  13Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.” 14Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

 

Pilihan ketiga: Allahmu adalah Allahku. Ini adalah pilihan tertinggi dalam hidup Rut.

Rut 1:16 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;

Rut mengambil pilihan bukan berdasarkan apa yang dia butuhkan, tapi sesuai dengan sesuatu yang jauh lebih tinggi dari apa yang dia butuhkan yaitu Allah sendiri.

Hidup kita adalah mengejar apa yang menjadi kehendak dan maksud Tuhan. Dunia selalu mengajar kita untuk membuat pilihan yang tujuannya supaya kita bahagia. Sebab dunia menganut pengajaran tentang “pengejaran akan kebahagiaan.”

Ketika kita memilih sesuatu yang menjadi kehendak Tuhan, seringkali pilihan itu tidak membuat kita bahagia. Rut adalah orang Moab, namun dia harus memilih untuk meninggalkan bangsanya atau komunitasnya dan masuk ke dalam komunitas yang baru. Di komunitas yang baru ini pun dia mungkin tidak diterima. Sebab bagi orang Israel orang Moab dilarang masuk dalam komunitas jemaah Tuhan.

Ulangan 23:3  Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,

Jadi Rut sebenarnya mengambil pilihan yang sangat sulit karena belum tentu dia diterima di kalangan orang Israel.

Apa konsekuensi pilihan Rut, seorang Moab yang melanggar hukum yang tertulis milik orang Israel? Rut adalah nenek moyangnya Yesus. Satu pilihan yang benar dari orang yang dikutuk sepuluh turunan tidak boleh masuk, hasilnya adalah menjadi nenek moyangnya Yesus. Bukan itu saja; orang Moab adalah keturunan dari hasil  hubungan seks Lot dengan salah satu anak perempuannya.

Jadi apa yang kita pelajari? Tidak peduli apa latar belakang kita, walaupun kita sudah dikutuk, direndahkan dsb, tapi kalau hari ini kita memilih Tuhan Yesus, maka semua kutuk itu akan dihapus dalam kehidupan kita. Seringkali kita pasrah pada latar belakang kehidupan kita yang kalah, kita pasrah pada latar belakang keluarga kita yang gelap, tapi hari ini ambil pilihan yang benar untuk hidup kita. Pilihlah yang benar satu demi satu setiap hari.

Rut kawin dengan Boas, ibunya Boas adalah Rahab seorang pelacur (Yosua 2:1).

Matius 1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

Yosua 2:9-11  9dan berkata kepada orang-orang itu: “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. 10Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. 11Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.

Kita ada hari ini adalah hasil dari pilhan-pilihan kita di masa lalu. Mungkin ada banyak pilihan-pilihan yang salah yang sudah kita lakukan di masa lalu, tapi kabar baiknya mulai hari ini konsekuensinya bisa berubah. Banyak dari kita hidup dengan konsekuensi, tapi kita tidak perlu tinggal di dalam konsekuensi itu. Kita tetap bisa mengejar visi dari Tuhan. Banyak orang puas dengan konsekuensi, tapi Tuhan mau kita mengejar visi yang Tuhan sudah taruh dalam hidup kita. Kejarlah visi itu dengan mengambil pilihan yang benar. Amin. 

Leave a Reply