Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

MELAYANI RENCANA ALLAH PADA GENERASI KITA

Ringkasan khotbah Pdt. Ruland Letedara. Minggu, 19 Agustus 2018.

 

Kisah Para Rasul 13:36 TB Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

Ada tiga pelajaran yang dapat kita pelajari dari ayat di atas yaitu:

  1. Allah mempunyai tujuan untuk setiap generasi

Allah mempunyai rencana yang spesifik untuk setiap generasi yang harus diselesaikan selama hidupnya. Untuk mengingatkan kita, hal yang sering kita dengar adalah “Semua yang diciptakan pasti ada tujuannya.” Apabila sebuah alat diciptakan, berarti alat tersebut harus melakukan semua hal yang sesuai dengan tujuan diciptakannya. Apabila kita memakai alat tersebut di luar tujuannya, maka dia tidak melayani sesuai dengan alasan diciptakannya. Begitu pula dengan kita, manusia. Setiap kita diciptakan untuk memenuhi tujuan pencipta kita. Bedanya, tidak semua orang menemukan tujuan itu, bahkan sampai ketika dia kembali menghadap Bapa di sorga.

Tugas kita sekarang adalah untuk terus bertanya kepada pencipta kita tentang apa tujuan-Nya menciptakan kita, agar kita dapat memenuhi tujuan tersebut dalam hidup kita. Tanpa ini, hidup kita tidak akan menggenapi atau tidak akan melakukan hal-hal “tertentu” yang selama hidup ini harus kita lakukan sebagai tujuan-Nya di dalam kita. Hidup kita tidak akan bisa melayani generasi apabila kita sendiri tidak tahu alasan kenapa kita ada di dunia ini.

Untuk mengetahui kenapa kita diciptakan, mengapa kita harus mengenal Tuhan, harus dilihat bukan dengan paradigma berpikir manusia, tetapi harus dilihat dari perspektif  Tuhan. Banyak orang tahu dan menemukan tujuan hidupnya setelah lama mengenal Tuhan, tetapi apabila melihat dari prinsipnya, sejak kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hari itu juga tujuan-Nya dinyatakan dalam hidup kita. Alasan kita eksis dan kita diciptakan, sudah langsung dinyatakan kepada kita. Hanya saja, kita tidak peka terhadap apa yang telah Tuhan nyatakan. Satu hal yang paling penting adalah pastikan kita mengetahui tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini. Sebab kalau tidak, kita tidak bisa melayani maksud Allah dalam generasi ini.

 

  1. Setiap orang diciptakan untuk menyelesaikan tujuan Allah yang ada di dalam dirinya.

Sebenarnya, inti dari rencana Allah yang besar itu adalah keselamatan bagi bangsa-bangsa. Tujuan kita diciptakan bukan hanya sekedar untuk menyembah Tuhan, tetapi lebih luas yaitu untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan dan bagian yang tidak terpisahkan dari kita yaitu penyembahan dan doa kita. Dua hal tersebut merupakan inti dari hubungan yang kita bangun dengan Tuhan. Tuhan tidak menaruh rencana-Nya hanya pada satu orang atau satu generasi, tetapi Dia memakai generasi demi generasi untuk menggenapi setiap rencana-Nya.

Dalam kitab Kejadian pasal 12, Tuhan dengan sangat detail mengatakan kepada Abraham bahwa Dia akan memberkati Abraham dan keturunannya. Abraham adalah seorang yang taat untuk melayani tujuan Allah dalam hidupnya. Dan ketika Ishak lahir, Abraham tidak lagi berperan sebagai tokoh utama, tetapi anaknya yang melanjutkan apa yang telah dibuat oleh Abraham. Setelah Ishak, hal yang sama juga berlaku untuk Yakub sebagai anak Ishak. Bukan karena Ishak telah meninggal, tetepi karena masa Ishak untuk berperan telah selesai. Hal yang sama akan terus berlanjut untuk keturunan-keturunan Abraham yang selanjutnya.

Hakim-Hakim 2:6-12 TB 6Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. 7Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. …… 10Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal. 12Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.

Pada ayat ke 12 inilah yang disebut dengan lost generation. Generasi yang hilang bukan berarti mereka hilang dari bumi, tetapi hilang dari hubungan mereka dengan Tuhan. Ada masalah yang tanpa disadari sangat berbahaya untuk generasi selanjutnya, yaitu ketika generasi sebelumnya tidak mempersiapkan generasi yang akan datang. Tidak ada nilai yang ditanam pada generasi baru untuk melanjutkan apa yang selama ini telah dibangun. Generasi yang muda pun mempunyai masalah sendiri, yaitu bahwa mereka merasa tahu segalanya sehingga tidak perlu untuk mendengar generasi sebelumnya.

Tempat belajar yang paling pertama adalah di dalam keluarga, karena keluargalah yang mengajarkan transisi dari generasi sebelumnya ke generasi yang akan datang. Keluarga merupakan tempat dimana kita dapat belajar tentang nilai apa yang akan diwariskan kepada kita.

 

  1. Sukses dalam hidup dicapai dengan cara melayani tujuan Allah pada generasi.

Apa arti sukses yang sebenarnya? Definisi sukses menurut manusia beda dengan apa yang menurut Tuhan. Sukses menurut dunia adalah penghargaan, prestasi, dan apapun yang bisa terlihat oleh mata manusia. Tetapi pandangan Tuhan tentang sukses yaitu ketaatan terhadap seluruh kehendak-Nya di dalam hidup kita. Karena sukses bukan diukur dari berapa lama kita hidup tetapi dari apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita tinggalkan untuk generasi penerus kita.

Semua kita yang diciptakan Tuhan mempunyai tujuan. Tujuan ilahi yang telah ditetapkan Tuhan dan harus diselesaikan oleh kita. Memang tidak semua dari kita dengan mudah menemukan tujuan Tuhan, namun karena kita tidak tahu, maka yang harus kita lakukan adalah tetap bertanya kepada Tuhan.

Hal yang paling penting ialah ketika kita sadar bahwa kita diciptakan dengan suatu rancangan besar yang Tuhan sediakan. Dengan kesadaran itu, kita akan terus bergerak untuk menemukan rancangan-Nya. Dan juga tujuan hidup kita tidak diukur dari apa pekerjaan kita, namun dari ketaatan kita untuk melakukan kehendak Tuhan. Amin.

Leave a Reply