Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

MULAI DARI HATI

Ringkasan khotbah Pdt. Ris Maulany. Minggu, 24 Juni 2018

 

Minggu yang lalu kita sama-sama belajar tentang bagaimana berjalan dalam ketepatan. Ketepatan itu sendiri sebenarnya bukan hanya tentang hal-hal yang bersifat profetik, tetapi juga tentang apa yang kita lakukan sekarang. Hal-hal yang tentunya juga dimulai dari rumah dan lebih lagi, dimulai dari hati kita.

1 Samuel 16:7 TB Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Ketika kita berbicara tentang hati, orang cenderung berpikir untuk membereskan hati agar tidak ada kepahitan dan hal-hal yang tidak kudus dalam hati. Tapi ternyata lebih dari itu, Tuhan melihat berbeda dengan kita sebab Tuhan melihat mulai dari hati.

1 Samuel 9:1-2 TB Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

Saat ini kita sebagai gereja melihat sebagaimana Samuel melihat. Samuel menggunakan pengalamannya yang pertama ketika Tuhan memilih Saul sebagai raja Israel. Samuel melihat seorang yang elok dan tinggi perawakannya. Hati-hati dengan hal ini, mungkin saat ini pandangan gereja sedang tertuju pada sesuatu yang elok. Pesan ini khusus untuk gereja kita di kota ini, kita yang adalah generasi baru, dimana mungkin dari “bahu ke atas” kita lebih menonjol dan elok dari yang lain. Mungkin kita merasa demikian ketika kita ada di luar dan banyak orang mengakui tentang pujian dan penyembahan kita yang luar biasa. Kisah Samuel ini menyadarkan kita bahwa Tuhan tidak melihat hal yang di luar. Manusia melihat tentang sesuatu yang mewah dan spektakuler, tetapi Tuhan melihat hati kita. Tuhan tidak mau gereja melihat apa yang dipandang mata.

Masa ini adalah masa di mana Tuhan mau kita kembali kepada keluarga kita dan melihat apa yang Tuhan lihat di dalam keluarga. Sama seperti Tuhan memperlakukan Daud, Dia juga mau menunjukan ‘siapa kita’ karena apa yang ada di hati kita, bukan karena apa yang kita bisa atau apa prestasi kita selama ini. Tuhan menjumpai Daud ketika Daud sedang mengembalakan kambing domba. Saat ini mungkin juga Tuhan mau menjumpai kita. Tuhan mau menjumpai kita bukan saat kita sedang di puncak karir, tapi saat kita sedang melakukan hal-hal yang kelihatan biasa, ketika kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, bukan untuk dilihat orang. Sekarang kita jadi tahu bahwa Tuhan selalu melihat apa yang tidak dilihat oleh manusia, yaitu hati. Seharusnya apa yang penting bagi Tuhan, itu juga penting bagi kita.

Ketika Daud diurapi menjadi raja, dia tidak langsung memakai mahkota, tetapi dia ada di padang gurun dan dikejar-kejar oleh ayah mertuanya sendiri. Beberapa diantara kita mungkin sedang ada dalam proses yang sulit, tetapi yang harus kita ketahui bahwa kita adalah orang pilihan, karena Tuhan tahu hati kita. Proses-proses yang kita alami adalah tanda bahwa Tuhan sedang memurnikan hati kita, bukan penampilan luar kita. Satu-satunya yang bisa bertahan adalah bagaimana hati kita memandang Tuhan. Posisi, jabatan, uang, karir dan apapun itu bisa hilang dengan sekejap. Tetapi Tuhan melihat hati yang mau terus bersandar pada-Nya dalam segala keadaan.

Amsal 23:6-7 MEV Janganlah menyantap makanan orang yang jahat dan janganlah mengingini kelezatannya. Sebab, sebagaimana ia berpikir dalam hatinya, demikianlah juga ia berkata “makanlah dan minumlah”, tetapi hatinya tidak bersungguh-sungguh.

Seringkali kita berkata bahwa kita mau melayani Tuhan, mau melakukan ini dan itu untuk Tuhan, tetapi sebagaimana kita berkata dalam hati kita, demikianlah kita. Ujian hati bukan datang pada saat kita punya sesuatu, tetapi pada saat kita tidak punya apa-apa. Ujian itu datang untuk melihat apakah kita masih punya hati yang sama atau tidak. Hati kita tidak bisa berbohong sehingga dia ada sebagaimana aslinya. Sekalipun kita bisa berbicara hal-hal rohani dengan sangat bagus, menampilkan sesuatu yang sangat meyakinkan orang, tetapi sebagaimana dia berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.

Ternyata hati kita mempunyai dunianya sendiri.

Amsal 14:10 TB Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.

Hati punya dunianya sendiri, dimana ada kepedihan, itu merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa sakit. Dan rasa sakit itu bertahan sehingga mempengaruhi tubuh dan bahkan dapat membuat hari-hari kita menjadi tidak enak. Kita bahkan tidak bisa share rasa tersebut ke orang lain, bahkan ke orang yang sangat dekat dengan kita, pasangan kita karena dia tidak bisa merasakan rasa sakit tersebut. Beberapa diantara kita yang merupakan pasangan suami istri berusaha untuk berubah, tetapi tidak pernah bisa. Hal itu karena penyelesaian masalah tidak dimulai dari hati masing-masing.

Amsal 15:13 TB Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Suasana hati kita, akan menentukan banyak hal. Mulai dari rumah, kantor, sekolah, pelayanan dan sekitar kita akan dipengaruhi oleh hati kita.

Amsal 15:15 TB Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Kita sering menyalahkan keadaan apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, tetapi hal sebenarnya ada dalam hati kita. Hati kitalah yang harusnya menentukan keadaan sekitar. “Orang yang gembira hatinya selalu berpesta”. Hati kita sangat menentukan respon kita terhadap segala sesuatu. Kita bisa salah berpikir, bertindak dan berespon ketika hati kita salah.

Yeremia 17:9-10 TB Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Tuhanlah yang menyelidiki hati, Dia tahu apa yang tersembunyi di dalam hati kita. Kita tidak bisa mengurus hati orang lain dan kita tidak bisa berharap orang lain mengurus hati kita. Yang bisa mengontrol dan mengurus hati kita hanya kita sendiri dan Tuhan. Tanpa kita sadari mulut kita memuji dan menyembah Tuhan, bibir mulut kita mengatakan firman-Nya, tetapi hati kita menjauh dari Dia.

Untuk memulai sesuatu yang baru, terkadang kita harus berhenti dan membuang hal-hal yang lama. Ada tiga hal yang perlu distop apabila kita mau memulai sesuatu dari hati:

 

  1. STOP bangun  Reputasi.

Reputasi membuat kita sulit untuk mendapatkan hati kita yang sebenarnya.

Filipi 2:5 TB Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Apa yang diharapkan dari orang yang punya reputasi?

–              Penghargaan

–              Pengakuan

–              Pujian

Reputasi akan membuat kita menuntut sesuatu dari orang lain untuk apa yang telah kita kerjakan, sehingga kita tidak lagi bekerja dengan hati yang murni, tetapi kita mengejar reputasi kita.

 

  1. STOP terhubung  dengan  keadaan.

Terhubung dengan keadaan membuat hati kita sibuk dengan berbagai masalah.

Lukas 21:34 TB Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Hati kita bisa sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi. Hati kita bisa berpesta karena dia punya dunianya sendiri. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hati kita bisa terlena dengan semua tawaran dunia. Ketika kita membiarkan hati kita dibawa oleh keadaan, maka tanpa kita sadari kita membawa diri kita kepada jerat yang tidak kita lihat dengan kasat mata. Sebaliknya, jika kita menggunakan otak kita untuk terus berpikir tentang keadaan, maka hasil yang akan kita dapat adalah lelah.

Jadi hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan otak kita untuk berpikir dan merenungkan apa kata Tuhan serta jalan-Nya. Dengan tuntunan Roh Kudus yang kita akan dapati adalah ‘Percaya’.

 

  1. STOP meminta Tuhan untuk jaga hati kita.

Amsal 4:23 TB Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Tuhan menyuruh kita untuk menjaga hati kita, jadi kita jangan balik menyuruh Tuhan untuk hal yang Dia minta. Apabila Tuhan sudah perintahkan itu artinya kita harus melakukannya dengan setia. Bagian Tuhan adalah menyembuhkan hati kita, bukan untuk menjaga hati kita. Tuhan mau kita melakukan itu dengan kesadaran bahwa kita mengasihi Dia.

Seringkali kita tidak memperhatikan hal-hal yang penting untuk Tuhan. Kita lebih tertarik kepada hal-hal yang dapat dilihat oleh mata, tetapi tidak sadar bahwa bagian yang paling penting untuk Tuhan adalah hati.  Hati adalah sumber dimana kita dapat mengontrol semua yang ada di sekitar kita. Untuk itu kita butuh terhubung dengan Roh Kudus agar hati kita tetap penuh dan kita dapat melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang datang dari Tuhan. Amin.

Leave a Reply