Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

BERJALAN DALAM KETEPATAN

Ringkasan khotbah Pdt. Chris Manusama. Minggu, 17 Juni 2018.

 

Israel akan menjadi titik pergolakan dimana hal-hal kecil akan menjadi cukup signifikan untuk membawa perubahan yang tidak bisa dihentikan.

 

Apa itu Israel?

Israel merupakan bangsa yang diciptakan oleh Tuhan. Ada banyak bangsa yang telah ada sebelum bangsa Israel. Abraham sendiri bukanlah bangsa Israel. Abraham merupakan seorang penyembah berhala yang berasal dari tanah Ur di Urkasdim. Tapi Tuhan berinisiatif untuk bertemu dengan Abraham. Dari Abraham lahirlah Israel.

Kejadian 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Ini janji Tuhan terhadap bangsa Israel.

Kejadian 17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Setelah itu Tuhan membuat perjanjian dengan bangsa tersebut.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Ayat tersebut menjelaskan tentang umur suatu bangsa khususnya Israel. Hal ini berhubungan dengan akhir zaman. Keberadaan Israel menjadi stopwatch atau peringatan atau ukuran untuk gereja-gereja pada masa sekarang. Pada 1948, bangsa Israel merdeka. 70 tahun setelah tahun 1948 adalah 2018. Berdasarkan ayat tersebut, terdapat bonus 10 tahun. Menurut Kitab Wahyu, akan terjadi The Great Tribulation atau masa penganiayaan besar. Gereja harus siap menghadapi hal tersebut melalui setiap pengajarannya. Kita harus memiliki pola pikir bahwa alasan kita mengikut Yesus adalah karena kita percaya kepada-Nya, bukan semata-mata untuk kekayaan atau berkat lainnya.

Bangsa Israel merupakan bangsa yang paling memberkati dunia. Yesus, Alkitab, maupun gereja mula-mula berasal dari Israel.  Sampai hari ini Israel menjadi bangsa yang memberkati dunia lebih dari bangsa manapun. Israel menjadi tanda profetik bagi orang percaya, khususnya mengenai akhir zaman. Akan tetapi, yang perlu kita ketahui adalah Tuhan tetap pegang kendali.

Kata ‘musim’ di dalam Alkitab diterjemahkan menjadi ‘appointed time’ atau waktu yang ditentukan. 30% dari Alkitab berisi nubuatan, termasuk di dalamnya mengenai masa sekarang. Iblis menggunakan berbagai cara untuk membuat manusia menjadi kacau dan ribut satu dengan yang lain. Dalam situasi tersebut, kita harus tetap memilih untuk percaya firman Tuhan lebih dari percaya suara-suara dari ‘luar’ bahkan fakta sekalipun.

Hal lain yang perlu kita ketahui adalah Yesus akan datang. Kita tidak perlu merasa takut terhadap kedatangan Tuhan Yesus, tetapi seharusnya kita bersemangat dan bergairah untuk berjumpa dengan-Nya.

 

II Tesalonika 2:1-2  1Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

Alkitab sendiri telah mengingatkan kita untuk tidak bingung dan gelisah bahkan terhadap hal-hal yang terlihat rohani. Kedatangan Tuhan Yesus sendiri tidak akan terjadi sampai adanya penolakan global akan nilai-nilai kekristenan. Hal ini tentu telah terjadi pada masa kini. Salah satunya adalah antikris. Apa itu antikris? Antikris, secara sederhana, adalah anti Firman Tuhan. Hal lain yang sedang digenapi adalah kemurtadan dunia. Sama seperti perumpamaan tentang lima gadis-gadis yang bijaksana dan lima gadis-gadis yang bodoh, gereja pun dapat menjadi bodoh atau palsu. Banyak nilai yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan didukung oleh gereja masa kini. Misalnya: aborsi, homosexual, dan lain-lain. Ini merupakan tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus.

II Tesalonika 2:3,6,8 TB

3Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

6Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.

8pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Siapa yang menahan kedatangan Tuhan?  Jawabnya, ‘Gereja’. Saat dunia sedang murtad, kita perlu “memandang ke atas”, artinya memandang lebih jauh dari apa yang dianggap tinggi menurut dunia. Hal ini dapat dilakukan melalui penyembahan. Pada saat grace atau anugerah diberikan, itu akan menjadi kemampuan bagi kita untuk melakukan kebenaran.

Kita perlu tetap menyadari bahwa kita merupakan hamba Tuhan yang memiliki kuasa. Kita harus berlatih untuk mendengar suara Tuhan karena itu adalah hak setiap orang percaya. Kita perlu mendengar agar kita mengetahui maksud Tuhan dan tidak hanya bergantung pada apa kata orang lain bahkan pendeta sekalipun. Kita tidak bisa hanya berharap agar orang lain yang mendengarkan suara Tuhan untuk kita. Kita tidak perlu takut apabila kita salah mendengar suara Tuhan karena itu adalah bagian dari proses mendengarkan suara Tuhan. Yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah hanya ketaatan karena peraturan atau rasa takut.

Yohanes 10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Tuhan memanggil kita menurut nama kita, bahkan  Dia memanggil kita dengan nama ‘kecil’ kita.

Saat Tuhan berbicara dengan Petrus, Tuhan memanggilnya menurut namanya yang lama yaitu ‘Simon’.

Tiga tahap mendengar suara Tuhan:

  1. Kepekaan

‘Peka’ bukan berbicara tentang proses memberi, tetapi proses menerima. Pintu-pintu untuk kita bisa mendengar suara Tuhan adalah panca indera kita. Kita perlu melatih setiap indera kita untuk tetap peka dalam menerima suara Tuhan karena Tuhan dapat berbicara melalui banyak hal dalam keseharian kita. Kita hanya perlu memberi diri kita tanpa penolakan dan ragu-ragu.

 

  1. Kedalaman

‘Dalam’ berbicara tentang keintiman. Bukan tentang berapa lama kita berdoa, ataupun dimana kita berdoa. Kedalaman berbicara tentang menyadari Tuhan 24 jam. Penghalang terhadap kedalaman adalah berbagai aturan-aturan agama yang kita ketahui. Oleh karena itu, kita tidak boleh membatasi diri kita, karena Tuhan ingin memberi kita lebih lagi.

 

  1. Ketajaman

‘Ketajaman’ berhubungan dengan nubuatan. Pentingnya ketajaman adalah agar saat kita menyampaikan suatu nubuatan, tidak ada kepentingan atau agenda pribadi didalamnya. Dalam setiap hal yang kita bicarakan haruslah spesifik. Hanya ada satu syarat untuk menjadi tajam yaitu diserut yaitu melalui proses.

 

Hasil dari suatu ketepatan dalam mengambil keputusan adalah perubahan hidup.  A m i n .

Leave a Reply