Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Sampai Ke Ujung Bumi


Ringkasan khotbah Bpk. Jonny Herjawan
Minggu, 11 Desember 2016

Ada terang yang bercahaya dan ada perbuatan yang baik. Jika terang tidak ada, maka perbuatan baik pun tidak akan terlihat. Jika suatu ruangan gelap, apapun yang dilakukan di dalam ruangan itu tidak akan terlihat. Tetapi jika terang bercahaya dan yang dilakukan perbuatan yang tidak baik, maka yang akan nampak adalah perbuatan yang tidak baik. Jadi ada terang yang bercahaya dan ada perbuatan yang baik. Keduanya harus ada.  Bukan seberapa terang cahayamu, namun apakah cahaya yang kamu miliki bisa menolong orang lain untuk melihat perbuatanmu yang baik.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (Matius 6:23b)

Sebab jika keadaan gelap, tidak ada apapun yang dapat dilihat, termasuk perbuatan baik yang kita lakukan. Jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu inilah dasar dari apa yang akan dibahas hari ini.

Potensi dan Pengaruh

Potensi adalah kekuatan atau power yang kita miliki membuat kita bisa melakukan sesuatu. Sedangkan pengaruh atau influence adalah kemampuan untuk melakukan perubahan tanpa paksaan dan terjadi secara tidak langsung. Jika ada paksaan hal itu bukan lagi pengaruh melainkan perintah.

Seseorang yang berpengaruh itu powerful, tapi seorang yang powerful belum tentu berpengaruh. Seorang pemimpin di kantor punya power, tapi belum tentu punya pengaruh. Tapi orang yang berpengaruh pasti powerful. Kita semua pasti punya potensi. Tetapi tidak semua kita punya pengaruh. Pengaruh tidak diukur dari potensi yang dimiliki atau apa yang kita lakukan, tapi diukur berdasarkan perubahan yang orang lain lakukan sebagai akibat dari apa yang kita lakukan.

Ukuran pengaruh satu jemaat, bukan dinilai dari besarnya gedung, jumlah jemaatnya, seberapa populernya lagu yang dinyanyikan, seberapa besar dana finansial yang digunakan, tetapi seberapa banyak perubahan yang orang lain, organisasi lain, perusahaan lain atau pemerintah lakukan sebagai akibat dari apa yang kita lakukan. Itulah pengaruh.

Siapa orang yang berpengaruh dalam kehidupan kita? Mengapa orang tersebut dapat mempengaruhi kita? Anda akan menemukan orang-orang tersebut bukanlah nama-nama yang terkenal dalam deretan orang-orang yang berpengaruh di Ambon atau di bangsa ini. Namun mereka adalah orang-orang yang punya hubungan dengan anda dan dengan melihat perbuatannya membuat anda berubah menjadi seperti sekarang ini.

Dalam hidup ini anda akan mempengaruhi atau dipengaruhi. Jika anda tidak membawa pengaruh terhadap orang lain, maka orang lain yang akan mempengaruhi anda. Hidup yang berpengaruh bukanlah pilihan tapi keharusan. Karena jika kita tidak berpengaruh maka kita yang akan dipengaruhi.

Relationship Paradoks

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. (Amsal 13:20)

Orang yang ingin bergaul dengan kita harus mengikuti aturan yang kita punya. Orang bebal boleh bergaul dengan orang bijak tapi harus mengikuti standar hidup orang bijak. Pelita tidak usah berkata seberapa terangnya dia, tapi orang yang menerima manfaat cahaya dari pelita itu pasti akan berkata seberapa besar dia tertolong oleh cahaya dari pelita itu.

Untuk membawa pengaruh kita harus punya potensi. Tanpa potensi kita pasti tidak berpengaruh. Tuhan telah menaruh potensi dalam kita yaitu Roh Kudus. (Bandingkan Kisah 1:8). Potensi ini sudah ditaruh bahkan sejak kita diciptakan (Kejadian 1:28).

Supaya hidup kita berpengaruh ada hal-hal yang perlu kita perhatikan:

1. Kenali potensi

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” (Matius 5:13)

Garam tidak pernah dipengaruhi tapi garam bisa kehilangan identitasnya dan menjadi “tawar”. Siapa kita, mengapa kita ada, dan untuk apa kita ada? Kita tidak perlu berusaha menjadi garam, kita adalah garam dan kita punya potensi.

2. Kenali identitas

Untuk mengubah rasa, hanya diperlukan sedikit garam. Saat identitas kita jelas dan kita mengenal potensi kita, minoritas tak jadi masalah. Garam yang telah melarut dalam makanan tidak pernah terlihat. Orang yang berpengaruh kehadirannya seringkali tidak tampak, tetapi ketidakhadirannya sangat berdampak.

3. Pengaruh bisa terjadi jika potensi yang kita miliki relevan

Jika kita tidak relevan, potensi yang kita miliki tidak akan berpengaruh. Ilustrasinya: Garam larut dalam air, tapi tidak larut dalam minyak. Jadi jika kita ingin berdampak, kita harus relevan.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Matius 5:14)

Untuk menjadi terang, kita hanya perlu tersambung dengan sumber. Sebab itu untuk berpengaruh, kita perlu tersambung dengan sumber hidup kita.

Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, ……. (Matius 5:15)

Terang jangan diisolasi. Kita sering melihat tulisan: “Untuk kalangan sendiri.” Atau mendengar kalimat: “Jangan lihat saya, tapi lihat Yesus saja” Ini juga keliru, kita perlu diinsulasi. Terang selalu membawa daya tarik, membuat orang datang mendekat dan bisa membuat orang menyadari keadaannya. Kita tidak dapat melihat baju kita yang kotor di tempat yang gelap. Sebagai terang kita bisa lintas batas, dan tidak hanya sebatas wadah tertentu.

Garam hanya bisa mengasinkan isi panci yang sama, tapi tidak dengan terang.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)

Terang belum bisa berjalan lebih jauh karena ada penghalang yaitu tembok yang tidak bisa ditembusi. Bagaimana agar bisa lintas batas, bahkan sampai ke ujung bumi? Kita telah menjadi garam dan terang, namun untuk membawa pengaruh sampai ke ujung bumi, perlu usaha.

Kejadian 1:28; Dalam terjemahan lain dikatakan: Diberkati, beranakcucu dan bertambah banyak, kuasai bumi. Tuhan memberkati kita dengan kuasa. Kita adalah garam dan terang, tujuannya adalah menguasai dan menaklukan dunia.

Sebuah pohon menghasilkan buah dan rasanya manis, berarti pohon itu memberikan kebaikan untuk orang yang menikmati buahnya.

Biar terangmu bercahaya supaya orang dapat melihat buah kehidupanmu yang baik dan memuliakan Bapa di Sorga. (Yohanes 15:8)

Jadikanlah semua bangsa muridKu sama saja dengan menjadikan semua bangsa berbuah. Kuncinya ada pada berbuah. Bagaimana caranya?

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yohanes 15:4)

Jadi jika anda mau berpengaruh sampai ke ujung bumi, biarlah terangmu bercahaya, supaya orang bisa melihat buah kehidupanmu yang baik. Kemudian anda perlu tinggal di dalam Dia dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Dengan demikian dampakmu sampai ke ujung bumi.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Yohanes 15:7)

Leave a Reply