Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Nilai Kebenaran


Ringkasan Khotbah Pdm. Joji Pakaila
Minggu, 4 Desember 2016

Matius 4:1-11

Kisah di atas adalah kisah kemenangan atas pencobaan. Berbagai macam cara iblis gunakan untuk mencobai Yesus supaya Yesus keluar dari rencana Bapa, tapi Yesus sama sekali tidak tergoda. Tuhan tidak pernah mencobai siapa pun, tapi pencobaan dibuat oleh iblis dengan tujuan menjauhkan kita dari Tuhan.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. (Yakobus 1:13)

Jadi kalau sepanjang tahun ini anda mendapatkan pencobaan ketahuilah bahwa hal itu bukan dari Tuhan.

Setelah Yesus berpuasa 40 hari, saat fisikNya mulai lemah, saat Yesus lapar, datanglah pencoba itu. Si pencoba ini tidak datang waktu Yesus masih kuat. Ini pelajaran bagi kita bahwa iblis tidak datang mencobai kita pada saat kita kuat dan penuh dengan Roh kudus. Si pencoba itu tidak datang pada saat kita lagi bergairah dengan pewahyuan dari Tuhan, waktu kita lagi bergairah untuk menanti-nantikan Tuhan. Sebaliknya iblis akan ganggu kita waktu kita mulai lengah, waktu kita tidak memperhatikan firman Tuhan lagi. Waktu kita tidak lagi fokus untuk memperhatikan hidup kita di hadapan Tuhan.

Iblis selalu mencobai tentang tiga unsur dari kebutuhan manusia:  kebutuhan tubuh, jiwa dan roh. Tubuh kita butuh makanan, butuh pakaian. Jiwa kita butuh dihargai, butuh dihormati. Suami butuh dihormati, istri butuh dikasihi dan anak-anak butuh dilindungi. Dia datang dengan tawaran kuasa dan ini juga tawaran buat gereja.

Mengalami pencobaan bukanlah dosa dan pencobaan dialami oleh semua orang. Jika kita jatuh dalam pencobaan itu baru dosa. Yesus digoda tapi Yesus tidak tergoda sedikitpun,  karena Yesus berpegang pada prinsip kebenaran. Yesus tetap pegang nilaiNya. Yesus tahu persis siapa diriNya waktu Dia berhadapan dengan iblis.

Apa itu ‘Nilai’?

‘Nilai’ menentukan apa yang benar-benar penting bagi kita. Yesus dapat berargumen dengan iblis karena Dia tahu nilai-nilai kebenaran. Yesus tahu siapa diriNya dan bagaimana masa depanNya. Sebab itu waktu Yesus dicobai, Dia kasih tahu nilai kebenaran. Dalam hidup ini, menang atau kalahnya kita terhadap pencobaan bergantung dari nilai-nilai apa yang kita pegang.

Hari-hari ini pencobaan datang silih berganti, suka atau tidak suka, namun pilihan tetap ada pada kita. Pertanyaannya, Apakah kita mau mempertahankan nilai kebenaran yang kita miliki atau tidak? Kemenangan kita atas pencobaan bergantung pada nilai-nilai kita. Apa nilai anda sebagai kepala keluarga, apa nilai anda sebagai pimpinan perusahan, apa nilai anda sebagai tukang ojek, apa nilai anda sebagai pembantu rumah tangga? Berpeganglah pada kebenaran, berdirilah pada nilai-nilai kebenaran. Kita tidak akan rugi waktu kita berpegang pada nilai kebenaran. Iblis boleh saja menawarkan segala sesuatu pada kita, tapi jika kita tahu siapa kita di dalam Tuhan, kita pasti tidak tergoda.

Janji Tuhan ‘Ya’ dan ‘Amin’. Dia yang berfirman,

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yes.55:8).

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Pegang janji Tuhan supaya kita tetap berdiri atas nilai-nilai kebenaran, supaya kita tidak tertipu dengan cobaan. Tuhan menjanjikan damai sejahtera, bukan kecelakaan, bukan sakit penyakit. Tuhan tidak merancang sial dalam hidup kita. Ingat, Dia yang merancangkan hari depan yang penuh harapan.

Nilai kebenaran adalah pertahanan anda menghadapi pengaruh buruk yang mencoba masuk dalam hidup anda. Nilai apa yang sedang anda pegang hari ini? Jika kita gagal dalam pencobaan berulang kali, masih ada kesempatan dari Tuhan bagi kita. Mari akhiri tahun ini dengan pertobatan. Yesus datang karena dia mengasihi kita. Yesus tidak mau kita terus jadi budak dosa.

Sebelum Yesus lahir, Tuhan pernah melakukan perjanjian ini:

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (Kejadian 12:1)

Abram adalah penduduk Ur-Kasdim dan penyembah berhala (Dewa Bulan). Ur-Kasdim adalah sebuah kota kuno dari kerajaan Sumeria yang awalnya terletak sekitar 125 mil dari muara sungai Efrat. Saat ini 100 mil di sebelah tenggara Babel. Di zaman Abram kota ini adalah kota perdagangan yang ramai dengan norma budaya yang tinggi. Bangunan-bangunan kuilnya merupakan bangunan yang paling megah saat itu. Penduduknya memuja dewa bulan (Sin). Para ahli purbakala telah berhasil menggali harta karun yang menakjubkan dari kota kuno ini. Di dalam kuburan kerajaan terdapat harta seni yang bertuliskan 2900 SM. Di dunia kuno inilah Abram dilahirkan dan bertumbuh menjadi dewasa. Abram (Abraham) berasal dari keluarga kaya dan penyembah berhala.

Renungkan ini; Tuhan bisa memilih Abraham yang berasal dari penyembah berhala. Bagaimana dengan kita? Inilah janji Tuhan bagi kita, kita terpanggil, kita terpilih. Coba lihat masa lalu kita, siapa kita ketika Tuhan panggil. Semua kita dipanggil Tuhan keluar dari kegelapan, keluar dari segala bentuk dosa, seperti Tuhan memanggil Abraham keluar dari Ur-Kasdim. Tuhan tidak mau kita hanya menikmati kekayaan semu, kekayaan yang palsu dari iblis.

Dalam Kejadian 12:2-3; Ada 7 ikatan perjanjian yang Tuhan buat dengan Abraham:

  1. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.
  2. Aku akan memberkati engkau.
  3. Aku akan membuat namamu masyhur.
  4. Aku akan membuat engkau menjadi berkat.
  5. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.
  6. Aku akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.
  7. Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Tujuh perjanjian ini Tuhan berikan untuk Abraham, tapi sebelumnya Tuhan suruh Abraham keluar dari Ur-Kasdim. Keluar dari segala bentuk penyembahan berhala. Keluar dari semua bentuk kebodohan yang iblis buat untuk kita. Tuhan sedang bilang buat kita; keluar dari segala dosa dan kebodohan yang mengikat kita. Apa yang menjadi ‘Ur-Kasdim’ untuk setiap kita? Keluar dari sana!  Jangan mau terpikat dengan apa yang iblis kasih. Menjadi berkat, termasyur, diberkati, itu semua hanya akibat dari ketaatan kita terhadap Tuhan. Berkat itu hanya akibat, kita tidak perlu sujud dan menyembah kepada iblis. Kita tidak perlu kompromi dengan dosa. Yang perlu kita lakukan adalah berdiri di atas nilai-nilai kebenaran dan pegang  janji Tuhan.

Apa yang dialami oleh Abraham, kita pun dapat mengalaminya.

Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. (Galatia 3:9)

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Galatia 3:29)

Tuhan selalu berinisiatif untuk membuat kita penuh kemuliaanNya. Berkat yang Tuhan janjikan untuk Abraham, juga berlaku untuk kita ketika kita menjadi milik Kristus. Amin.

Leave a Reply