Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Now You See Me


Ringkasan khotbah Pdt. Gunawan Handojo
IR 2 – Minggu, 27 November 2016

Jika kita mengaku milik Kristus, pertanyaannya, “Apa yang dunia dapat lihat dalam hidup kita sebagai milik Kristus? Seharusnya dunia dapat melihat Kristus yang ada dalam hidup kita.

Matius 5:13-16;

14a “Kamu adalah terang dunia.”  Artinya bukan hanya terang untuk keluarga di rumah, tapi juga  untuk dunia. Ketika kita mengatakan Allah kita besar, kita juga harus menyatakan Allah yang besar itu di segala aspek hidup kita.

Apa yang akan Allah lakukan bagi gereja Tuhan? Semua kita yang mengaku pengikut Kristus adalah ‘The Builder’ (Pembangun). Kita akan terus membangun seumur hidup kita. Jadi sebagai landasan bagi kita adalah kita harus sadar dan mengerti benar-benar bahwa kita adalah pembangun-pembangun yang dipilih Tuhan. Sehingga orang dapat mengecap betapa baiknya Tuhan melalui kehidupan kita. Waktu Tuhan bicara tentang pencobaan yang akan kita alami, Tuhan berkata bahwa pencobaan-pencobaan yang kita hadapi tidak akan melampaui kekuatan kita (I Korintus 10:13). Sebab itu jangan takut dengan pencobaan karena kita ini lebih dari pemenang.

14b “Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Ini bicara ‘kualitas’ gereja Tuhan. Gereja seharusnya terdiri dari orang-orang yang sangat berkualitas. Sebab bersama Tuhan anak-anak Tuhan dapat melakukan hal-hal yang jauh lebih dahsyat dari yang dunia lakukan.

16 “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”  Perbuatan yang baik dalam bahasa aslinya adalah ‘kalos’. Kalos ini bukan sekedar baik, tapi super baik atau excellent. Excellent artinya extra ordinary (di atas rata-rata/best of the best). Kemampuan Allah kita adalah melampaui segala sesuatu.

2 Tawarikh 9:1-8  Jika kita bicara tentang Ratu Syeba, maka kita sedang bicara tentang dunia ini. Kita bicara tentang Salomo, maka kita sedang bicara tentang gereja Tuhan. Sudah seharusnya dunia datang kepada kita untuk belajar betapa dahsyat dan hebatnya Allah kita. Masalahnya seringkali anak-anak Tuhan belajar dari hikmat dunia ini. padahal hikmat dunia ini sifatnya sementara dan sangat terbatas. Sebaliknya kita punya sumber hikmat yang tidak terbatas yaitu Yesus.

Kenapa dunia tidak dapat berubah?

Ada begitu banyak gereja, tapi juga begitu banyak orang yang masih tersesat. Hal ini karena gereja tidak memberikan dampak. Gereja tidak menjadi garam dan terang. Gereja tidak menjadi kota yang terletak di atas gunung yang dapat dilihat oleh dunia.

Ratu Negeri Syeba yang tidak mengenal Tuhan, tapi ketika melihat Salomo dan pegawai-pegawainya, dia langsung salut dan memuji Allahnya Salomo. Di sini kita temukan ada satu prinsip Kerajaan Allah yaitu: kualitas pelayanan hamba-hamba akan memperlihatkan kualitas Rajanya.

Bagaimana kita membangun komunitas orang-orang yang bersama dengan kita supaya mereka juga dapat mengalami impartasi dari kualitas Allah? Sebagai pemimpin, kualitas orang-orang di sekitar kita juga ditentukan oleh kualitas kita. Sebab itu sebuah perusahaan akan maju pesat, jika pemimpinnya dapat menularkan cara kerja yang baik dan mentalitas yang benar. Sehingga semua orang yang ada di perusahaan itu dapat  mengeluarkan potensinya secara maksimal.

Dunia mengajarkan hal yang berbeda dengan firman Tuhan. Dunia mengajarkan untuk layani diri sendiri dahulu baru kemudian orang lain. Dunia mengajarkan supaya kita jangan berbagi.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)

Iblis tidak pernah berbagi, dia hanya datang untuk mencuri, kalau kita biarkan maka dia akan membunuh, jika dibiarkan lagi maka dia akan membinasakan kita.

Jadi kalau kita di gereja, tapi kalau kita tidak berbagi, berarti ada yang salah dengan hidup kita. Jika segala sesuatu kita fokuskan untuk diri kita sendiri, maka kita sama dengan lintah (Amsal 30:15-16). Lintah selalu mengambil, mengambil dan mengambil. Ini waktunya untuk kita memberi, sebab kasih itu memberi. Kristus memberikan hidupNya total buat setiap kita.

Jika kita membangun terus hubungan kita dengan Tuhan, maka kualitas Allah pasti terus diimpartasikan ke dalam hidup kita. Kualitas orang-orang disekitar kita juga akan menentukan kualitas kita.

Apa yang harus kita bangun sekarang?

Yang harus kita bangun sekarang adalah karakter Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Jangan bangun sesuatu yang sementara, tapi bangunlah sesuatu yang kekal.

Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1 Timotius 4:12)

Ada 5 hal yang Paulus ajarkan kepada Timotius dalam hal menjadi teladan bagi orang-orang percaya:

  1. Jadi teladan dalam perkataan.
  2. Jadi teladan dalam tingkah laku
  3. Jadi teladan dalam kasih.
  4. Jadi teladan dalam kesetiaan.
  5. Jadi teladan dalam kesucian.

Keteladanan juga bicara tentang kedewasaan. Hanya orang-orang dewasa yang bertumbuh dalam Kristus yang dapat menunjukkan kualitas karakter Kristus. Alkitab berkata: “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33). Ini berarti karakter itu bersifat menular kepada orang lain. Jika kita ingin memiliki karakter yang kuat, maka kita harus bergaul dengan pribadi yang memiliki karakter yang kuat.

Dari 5 teladan ini akan di bahas 2, yaitu:

1. Teladan dalam perkataan.

Menjadi teladan dalam perkataan penting karena perkataan kita akan membentuk hidup kita. Hati-hati dengan apa yang kita ucapkan, sebab perkataan kita itu seperti benih yang jatuh ke tanah. Iblis tidak akan berbuat apa-apa sebelum kita mengucapkan sesuatu. Sebaliknya waktu kita mengucapkan hal-hal yang baik atas hidup kita maka hal itu akan terjadi dalam hidup kita.

2. Tingkah laku kita

Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? (1 Petrus 3:13)

Di dalam dunia ini ketika bicara tingkah laku, hanya ada dua hal: Yang negatif namanya sikap yang reaktif. Sikap yang reaktif ini adalah sikap yang ditentukan oleh apa yang ada di sekitar kita. Jika di sekeliling kita negatif maka kita akan menjadi negatif. Jika di sekeliling kita positif maka kita akan jadi positif. Jika kita punya sikap yang reaktif karena dipengaruhi segala sesuatu dari luar, kita tidak akan pernah mengalami kemenangan yang sejati dalam hidup kita. Ada satu sikap yang merupakan kebalikan dari reaktif adalah sikap proaktif. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, kita tetap berkata Yesus baik. Seperti termometer dan termostat; Termometer dipengaruhi oleh pengaruh dari luar, sedangkan termostat akan menentukan suhu yang ada di dalam satu ruangan. Kita harus mengerti bahwa kita adalah orang-orang yang menentukan atmosfir yang ada di sekitar kita. Dunia boleh takut, dunia boleh gentar, tapi anak-anak Tuhan tidak akan takut dan gentar. Kita tidak boleh punya sikap yang reaktif.

Tuhan mau hidup kita menjadi teladan bagi dunia, tapi sebelum ditunjukkan kepada dunia, Tuhan mau memulihkan kita supaya kualitas Allah ada di dalam hidup kita. Amin.

Leave a Reply