Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Janji Penyertaan

Johanes Domlay
Ringkasan khotbah Pdm. Johanes Domlay
Minggu, 20 November 2016.

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:11)

Salah satu cara melindungi hati kita dari kecemaran adalah menyimpan janji Tuhan. Kata ‘menyimpan’ artinya: menaruh di tempat yang aman supaya jangan rusak atau hilang. Tempat yang paling aman untuk menyimpan janji Tuhan adalah hati. Hati juga menjadi tempat yang paling baik untuk iblis menghancurkan kehidupan kita. Apapun yang kita jalani dalam kehidupan, yang sakit pasti hati, yang senang pasti hati.

Kata ‘berdosa’ pada ayat di atas artinya: hilang jalan, berjalan dalam kesalahan demi kesalahan. Kata ‘berdosa’ artinya hilang dari tujuan yang sebenarnya, atau menyimpang dari sasaran yang diinginkan. Jadi waktu kita tidak menyimpan janji Tuhan, maka kita akan hilang sasaran. waktu kita tidak menyimpan janji Tuhan, kita akan berjalan dalam kesalahan demi kesalahan dan seringkali kita menyalahkan orang yang berjanji.

Apa itu ‘janji’?

Janji adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat. Ada banyak orang sanggup tapi tidak punya kesediaan. Ada banyak orang juga punya kesediaan tapi tidak punya kesanggupan. Tuhan kita mempunyai keduanya yaitu kesediaan dan kesanggupan untuk melakukannya. Sebelum Tuhan menyuruh kita percaya kepadaNya, Tuhan lebih dahulu mempercayai diriNya. Sebab itu Tuhan berani berjanji, karena dia tahu Dia sanggup.

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:18-20)

Penyertaan Tuhan itu mahal, sebab itu penyertaan Tuhan itu punya aturan. Penyertaan Tuhan itu tidak pantas untuk pengangguran. Penyertaan Tuhan tidak berlaku bagi ambisi yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Penyertaan Tuhan tidak berlaku untuk mengejar kedagingan. Penyertaan Tuhan tidak berlaku bagi orang yang selalu mementingkan dirinya sendiri.

Semua kita memiliki tanggung jawab rohani yang Tuhan ingin kita kerjakan. Sebab itu Tuhan berjanji bahwa Dia akan menyertai kita sampai akhir zaman. ‘Menyertai’ berbeda dengan sekedar ‘menemani’. Bukti peyertaan Tuhan dalam hidup kita adalah ketika kita menghadapi masalah yang berat, Tuhan selalu menolong kita. Dan pertolonganNya selalu tepat pada waktunya.

Penyertaan Tuhan bukan sekedar bicara situasi dimana Tuhan mengirim malaikatNya untuk melindungi kita dari bahaya maut, tapi penyertaan Tuhan yang terpenting adalah Tuhan mempercayakan diriNya kepada kita.
Saudara bisa baik terhadap semua orang, tapi saudara tidak akan mempercayai semua orang. Bagi kaum wanita, saudara baik kepada semua pria, tapi tidak semua pria saudara pilih menjadi suami. Demikian juga dengan Tuhan, Dia baik kepada semua orang, tapi Dia tidak mempercayai semua orang.

23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia. (Yohanes 2:23-25)

44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:44-45)

Artinya orang fasik pun dikasih hujan. Karena begitu besar kasih Tuhan, makanya Dia menerbitkan Matahari bagi orang baik dan orang jahat bersamaan. Jadi jika kita hanya fokus pada hal-hal lahiriah, maka kita akan kehilangan hal yang penting yaitu pribadiNya.

Sebagai anak, apapun kebutuhan yang kita minta Bapa pasti berikan. Tapi jika hanya hal-hal lahiriah yang kita perhatikan, maka kita akan kehilangan hubungan pribadi dengan Bapa. Kita akan sulit mengerti hati Bapa dan kita tidak tahu kesukaan Bapa.

Penyertaan Tuhan yang paling sempurna adalah Tuhan mempercayakan dirinya kepada kita. Amin.

Leave a Reply