Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Tersambung

rissendo-maulany
Ringkasan khotbah Pdt. Rissendo Maulany
Minggu, 30 Oktober 2016

Dalam Yohanes 10, Tuhan menggambarkan hubungan kita dengan Dia seperti hubungan domba dan gembalanya.

…., ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (Yohanes 10:3-4)

Tuhan dapat berbicara melalui berbagai hal. Persoalan bagi kita adalah kita perlu tahu apa yang membuat kita tidak tersambung. Jika kita menghindari interaksi dengan seseorang, kita cenderung untuk bersembunyi. Misalnya: Ketika kita melakukan pelanggaran dan kita tahu bahwa pelanggaran selalu ada konsekuensinya. Kecenderungan kita selalu ingin menghindari. Inilah yang menyebabkan kita tidak mau tersambung. Hal yang sama terjadi ketika kita mau berhubungan dengan Tuhan, dimana yang menjadi halangan adalah setiap pelanggaran kita.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. (Yohanes 3:19)

Kegelapan bicara tentang sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang tidak terbuka dan sesuatu yang tidak terlihat. Kecenderungan kita adalah kita suka untuk tidak terlihat karena kita pikir nilai diri kita akan berkurang ketika orang melihat kekurangan kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, ….   Jadi yang membuat kita tidak bisa datang kepada Bapa adalah karena tuduhan di hati kita. (1 Yohanes 3:21)

Hakim-hakim 6:11-12

Gideon adalah seorang yang penakut, tapi Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” (ayat 12).

Midian pada saat itu adalah bangsa yang mengintimidasi orang Israel. Hal ini terjadi karena Israel berpaling dari Tuhan dan Tuhan menyerahkan mereka kepada musuh-musuhnya. (Hakim 6:1-6). Dalam perjalanan bangsa Israel Midian ini merupakan musuh lama bangsa Israel. (Bilangan 22:1-7). Musuh lama kita saat ini bisa berupa ‘rasa tertolak’.

Nama Gideon memiliki arti: ‘Pejuang’. Sekalipun Gideon penuh rasa takut terhadap orang Midian, tapi malaikat Tuhan datang membawa pandangan yang berbeda. Tuhan sedang menyebut Gideon yang sebenarnya (Pahlawan). Ketika Tuhan datang kepada kita, Dia datang dengan  pandangan sebagai pribadi yang menciptakan kita.  Sama seperti ketika Tuhan datang dan menyuruh Samuel pergi untuk mengurapi Daud sebagai raja. Tuhan tidak melihat Daud sebagai gembala kambing domba, tapi Tuhan sedang melihat seorang raja besar di dalam diri Daud (1 Samuel 16:7).

Tuhan tidak memperhatikan apa yang manusia lihat, tapi apa yang ada di dalam hati munusia itu. Hati kita adalah karakter kita, hati kita bukan tentang apa yang kita kerjakan. Kebanyakan orang merasa berharga berdasarkan apa yang dia lakukan.

Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu. (Amsal 27:19)

Siapa kita yang sebenarnya  bukanlah apa yang kita kerjakan, tapi apa yang Tuhan sudah taruh di dalam kita.

Nilai seseorang lebih penting dari apa yang dia lakukan. Ketika kita konflik dengan pasangan kita sebagai suami isteri, pertanyaannya “Apakah kita melihat dia sebagai musuh atau kekasih?” Ingat, nilai dia lebih penting dari reaksinya. Jika kita mengaku ‘anak Tuhan’, seharusnya cara kita memandang seperti Tuhan memandang. Jika Tuhan melihat seseorang dari sifatnya, maka semua kita tidak masuk hitungan. Seharusnya kita memperkenalkan diri kita sebagai ‘Representative of Christ’s Kingdom’ dan yang kita tunjukkan adalah nilai Kristus.

Kita tidak perlu terintimidasi jika kita tidak pandai bicara. Kita tidak perlu terintimidasi jika kita lemah dalam beberapa hal, karena bukan itu diri kita yang sebenarnya. Tuhan ciptakan kita unik, bukan normal. Jadi jangan berusaha menjadi normal. Ada orang yang bicaranya tidak fasih, tapi banyak menjangkau jiwa. Sebaliknya ada pendeta yang banyak belajar, tapi jarang menangkan jiwa untuk Tuhan. Masing-masing kita diciptakan dengan keunikan. Jadi tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Hari ini jika Tuhan bicara berulang kali kepada kita, buka hati, mari tersambung dengan Dia.  Sudah saatnya kita hentikan penindasan Midian.

Seringkali kekuatan kita ditutupi oleh perasaan-perasaan kita (rasa tidak berdaya, rasa tidak bahagia, bukan orang yang beruntung dsb).

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)

Iblis selalu datang untuk mengambil dan merampok sesuatu dari kita. Jika kita dapat mengambil darinya, maka orang-orang yang kita pimpin akan mengalami hal yang sama.

Hakim 6:13-16

Betapa Tuhan berusaha meyakinkan Gideon akan apa yang Tuhan taruh dalam hidupnya. Sebab Gideon sedang memandang dirinya, dia sedang memandang keadaan di sekitarnya. Tapi Tuhan berfirman: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” (ayat 16).

Hakim 6:21-22

Pada saat kita mulai tersambung dengan Tuhan, pada saat kita mulai lihat sesuatu yang tidak mungkin dilakukan manusia, kecuali intervensi Tuhan. Kita akan merasa dibawa ke dimensi yang berbeda dan kita seperti diangkat dalam kemuliaan Tuhan.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” (Hakim 6:23)

Pada saat itu Malaikat Tuhan sudah tidak ada. Pertanyaannya, “Bagaimana mungkin Gideon mendengar Tuhan berbicara?” Jawabannya, karena Gideon telah tersambung dengan Tuhan.

Ketika kita terhubung secara emosi dengan seseorang, maka hal itu akan mempengaruhi perasaan kita.

16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.” 17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. (1 Korintus 6:16-17)

Jika kita mendengar keluhan atau kemarahan seseorang, kita hanya berpikir tentang apa yang sedang dia alami. Tapi jika kita mendengar keluhan atau kemarahan dari isteri/suami kita, maka kita bisa ikut marah setelah mendengarkannya. Firman Tuhan berkata, “Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Matius 18:18).

Seorang psikolog bernama Dr. Archibald D. Hard menulis dalam bukunya berjudul “Habits of the Mind” (Ten Exercises to Renew Your Thinking): “Tubuh kita adalah pelaku dari pikiran. Tubuh akan menuruti apa yang diperintah oleh otak. Baik itu terpilih atau secara otomatis diekspresikan. Penyakit dan kesehatan berakar dalam pikiran.”

Tubuh kita diperlengkapi dengan antibodi. Sebab itu sekalipun setiap hari ada virus dan kuman, tapi tubuh kita bisa menang atasnya. Tapi kalau emosi kita tidak stabil, disaat itu kekebalan tubuh kita menurun dan penyakit dapat menyerang kita.

Dr. A.D. Hard berkata; “perasaan adalah konsekuensi, bukan penyebab dari masalah emosional kita. Emosi kita adalah sumber yang baik dari informasi tentang bagaimana kita berpikir. Kita tidak bisa mengontrol emosi kita secara langsung, tapi kita bisa mempengaruhi apa yang kita rasakan dengan mengubah pikiran kita.” Jadi ubah pikiran kita dahulu, maka perasaan akan mengikuti.

Seringkali anak-anak muda berkata, “Saya sudah terlanjur cinta.” Padahal cinta hanya sebuah perasaan, bukan pikiran. Jadi jika saya katakan “Ini tidak benar”, maka saya tidak akan mencintai apa yang tidak benar. Sebab itu pikiran kita harus diubah dan diisi dengan kepercayaan yang benar.

Filipi 2:1-2,5

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Kenapa Tuhan sangat membenci dosa?

Karena Dia tahu apa yang akan diakibatkan oleh dosa. Waktu Tuhan melarang kita untuk jangan lakukan sesuatu, hal itu karena Tuhan tahu apa akibatnya.

Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. (Amsal 8:13)

Hari ini jika kita mau keluar dari semua ikatan, kita harus benci kepada dosa, sama seperti Tuhan juga benci kepada dosa. Karena dosa itu yang akan menghancurkan kita. Mari punya pikiran dan perasaan seperti yang terdapat di dalam Kristus.

Tuhan Yesus berkata, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya (Matius 15:13)

Hari ini ‘tanaman’ yang membuat kita tertuduh, yang membuat kita lari dari Tuhan, yang membuat kita merasa tertolak, harus dicabut sampai ke akar-akarnya. Firman Tuhan berkata, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32).  Amin.

Leave a Reply