Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Kita Adalah Instrumen Penyembahan

Ringkasan khotbah Pdt. Chris Manusama
Minggu, 23 Oktober 2016

Alkitab menjelaskan bahwa sebelum manusia diciptakan, Tuhan dan malaikat-malaikatNya sudah ada. Kita tidak tahu berapa banyak jumlah malaikat-malaikat itu. Tapi Alkitab menjelaskan ada nama-nama seperti Michael, Gabriel, Serafim dan Kerubim. Michael adalah malaikat perang, Gabriel adalah pembawa pesan, Serafim adalah kumpulan malaikat pemuji dan Kerubim adalah malaikat yang penjaga kekudusan. Kita belum pernah melihat malaikat bernyanyi, tapi Alkitab mengatakan bahwa mereka bernyanyi seperti desau air bah. Pemimpin pujian dan penyembahan di sorga saat itu bernama Lucifer. Ada referensi menjelaskan bahwa Tuhan mendisain tubuh Lucifer dengan berbagai alat musik.

Kenapa Lucifer jatuh? Jawabannya adalah karena dia sombong, dia ingin sama seperti Tuhan. Dia ingin disembah sama seperti Tuhan disembah.

12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! 13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! (Yesaya 14:12-14)

Ada 5 keinginan setan yang berhubungan dengan keinginan diagungkan dan disembah:

1. Aku hendak naik ke langit
2. Aku mau mendirikan tahtaku
3. Aku mau duduk di atas bukit
4. Aku hendak mengatasi ketinggian awan-awan
5. Aku hendak menyamai yang maha tinggi.

Lima alasan inilah yang membuat dia jatuh. (kesombongan).

Kamu ada di Eden, taman Allah. Pakaianmu berhiaskan kemegahan, jubahmu bertatahkan permata: Carnelian, peridot, batu bulan, beryl, onyx dan jasper, Sapir, turkois, emerald, semuanya terukir pada emas.  Semua jubah telah disiapkan bagimu pada hari engkau diciptakan. Kamu dulunya kerub yang diurapi. Aku tempatkan kamu di atas gunung Tuhan. Engkau berjalan di tengah kemegahan bebatuan yang bercahaya. (Yehezkiel 28:13-16 – MSG)

Dahulu engkau dihormati dengan musik kecapi, tetapi sekarang sudah berada di kesunyian dunia orang mati. Ulat-ulat menjadi ranjangmu dan cacing menjadi selimutmu. (Yesaya 14:11 – BIS)

Di sinilah tempat kemegahan dan musik indah memimpinmu kepada dunia orang mati. (Yesaya 14:11 – MSG)

Kata ‘underworld’ (dunia orang mati) adalah satu tempat tanpa jalan kembali. Tempat yang tidak ada ujian bagi Tuhan. Ketika setan dilemparkan, dia terpisah dari pribadi Allah. Dia punya talenta hebat yang Tuhan berikan, tapi waktu dia terpisah ada yang berubah.  Kemampuan bermusiknya tidak hilang, namun ketika dia terpisah dari hadirat Allah, dia menjadi gelap, kosong, hampa. Setan kemudian dibuang ke bumi, dan bumi ikut jadi hampa dan kacau.

Kejadian 1:1-31

1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.  3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Jadi di dalam kita ada bunyi-bunyian dan ada keindahan yang tujuannya untuk Tuhan. Sebab itu seni tidak ada batasnya. Ada hal yang aneh bisa dianggap seni oleh seorang seniman. Bahkan sampah bisa didaur ulang menjadi satu karya seni yang indah. Seni bisa seperti Tuhan, seni dapat mengarahkan kehidupan. Sebab itu para seniman jika tidak mengekspresikan sifat Tuhan, mereka menjadi sombong. Kesombongan sama dengan menyembah diri sendiri. semua kita harus menyadari bahwa seniman agung kita adalah Tuhan.

5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (Mazmur 8:5-6)

Kenapa manusia berharga di mata Tuhan? karena yang berharga dari Tuhan ditaruh di dalam diri manusia.  Kenapa manusia mulia? Karena yang mulia dari Tuhan ditaruh di dalam kita.

Setelah Lucifer dibuang, Tuhan menciptakan manusia untuk memimpin penyembahan bagi Dia. Pertanyaannya, bagaimana Adam bisa jatuh? Iblis berdiri dan menawarkan hal yang sama, yang dia ingin dari Tuhan, tapi dia tidak mendapatkannya.  Dia menipu Adam, padahal itu adalah keinginan dia. (Kej.3:1-5). Sebenarnya firman Tuhan telah menjelaskan bahwa Adam itu serupa dan segambar dengan Allah, tanpa harus mendapat penjelasan dari ular (iblis).

Ketika Adam jatuh dalam dosa, iblis membawa kekacauan, kegelapan, kekosongan ke dalam dunia ini. Setelah itu pembunuhan pertama terjadi dan  dunia menjadi jahat. Semua manusia setelah Adam adalah manusia yang lahir dengan dosa Adam. Setelah manusia berdosa, lima keinginan iblis tadi menjadi sifat natural yang dimiliki oleh manusia. Tuhan menentang orang yang sombong dan dosa sombong menjauhkan kita dari Tuhan.

Dalam pelayanan ada dua kecenderungan yang muncul: Pertama; Kita sebagai ‘Panggung’. Kedua; Kita sebagai ‘Mezbah’. ‘Panggung’ membuat orang menuntut, ‘Mezbah’ membuat kita rela meletakan hak kita. ‘Panggung’ membuat kita menghirup pujian dan tepuk tangan, tapi ‘Mezbah’ sunyi dari penghargaan. ‘Panggung’ mengerjakan sesuatu yang sifatnya sesaat, tapi ‘Mezbah’ mengerjakan sesuatu yang sifatnya kekal. ‘Panggung’ adalah satu kebanggaan, sedangkan ‘Mezbah’ adalah ekspresi tahu diri.

Daud adalah raja besar dan hal ini seperti ‘Panggung’ bagi dia di istana. Tapi ketika dia datang ke rumah Allah dia merendahkan diri. Hal ini dapat kita lihat dari mazmur-mazmur yang Daud tulis. Salah satunya dia menulis “aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.” (Maz.73:22). Inilah ekspresi tahu diri. ‘Panggung’ menyilaukan, sementara ‘Mezbah’ dimulai dari api yang kecil, lama kelamaan menjadi suluh yang cemerlang. ‘Panggung’ membuat kita merasa penting, tapi ‘Mezbah’ membuat kita tersungkur dengan gemetar, sadar bahwa kita bukan siapa-siapa.  ‘Panggung’ adalah tempat para bintang beraksi dan bau kedagingan yang menyengat, tetap tercium walaupun terbungkus parfum yang mahal.

‘Mezbah’ adalah bau harum yang keluar dari kedagingan yang dipotong dan diletakkan dengan air mata.

Adam telah membawa kegelapan, tapi dua ribu tahun yang lalu Yesus telah membawa terang itu kembali ke dunia. Ketika kita lahir baru, alat bunyi-bunyian itu difungsikan kembali oleh Roh kudus supaya kita gunakan untuk menyembah Allah.

Seorang pemimpin pujian dan penyembahan bukanlah motivator, tapi dia adalah inspirator. Sebab Roh kudus memfungsikan kembali alat-alat itu. Hal yang kita perlu sadar adalah jangan sembah karir kita, jangan sembah hidup kita, jangan sembah harta kita, jangan sembah dunia ini, karena semua hanya sementara.

Semua bangsa akan ingat kepada TUHAN dan kembali kepada-Nya, segala suku bangsa akan sujud menyembah Dia. (Mazmur 22:28 – BIS)

Inisiatif penyembahan dapat membawa bangsa-bangsa lain datang kepada Tuhan. Mazmur ini tidak mungkin muncul dari pikiran Daud sendiri sebagai orang Yahudi. Karena secara umum orang Israel menganggap bangsa lain itu kafir, tidak layak menerima hal-hal yang kudus dan tidak layak untuk didoakan. Tapi dalam penyembahan Daud diwahyukan atau diilhamkan sehingga dia dapat bermazmur dan menyembah sehingga membawa-bangsa-bangsa datang kepada Tuhan.

Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, (Kisah 15:16)

Pemulihan pondok Daud adalah pemulihan hubungan antara Allah dan manusia. Program gereja tidak dapat mengubah manusia, tapi Roh kudus yang dapat mengubah manusia. Sebab itu kita harus kembali menata ibadah kita, bukan menata program. Penyembahan dengan hati yang hancur untuk  bangsa-bangsa dan jiwa-jiwa yang hilang sangat menyukakan hati Allah.

Penyembahan yang intim menghasilkan persekutuan. Buah dari keintiman menghasilkan pertukaran hati. Yang dimaksudkan dengan pertukaran hati di sini adalah kita menyerahkan hati kita dalam penyembahan, kemudian Bapa mencurahkan isi hatinya kepada kita. Jadikan ini target untuk setiap kita mengalaminya. Sebab kita diciptakan untuk menyembah Allah.  Amin.

Leave a Reply