Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Glow In The Dark (Bersinar Di Dalam Kegelapan)

sidney-etha
Ringkasan khotbah Ps. Sidney Mohede
Minggu, 25 September 2016

Filipi 2:12-16 (TB)

Setiap kita yang mengaku Kristen, kita dipanggil untuk bersinar di tengah-tengah kegelapan. Banyak orang Kristen berpikir bahwa datang ke gereja hari Minggu adalah tujuan kekristenan. ‘Kegelapan’ adalah kondisi dimana tidak ada cahaya. Tidak ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk membuat gelap. Gelap hanya bisa terjadi ketika tidak ada terang.

Harus diakui bahwa dunia yang kita hidupi sekarang adalah dunia yang gelap. Percaya atau tidak, saudara harus dengar bahwa dunia kita adalah dunia yang bobrok dan hancur, dunia yang penuh dengan kegelapan. Namun kita diberikan hidup supaya kita dapat bercahaya di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Pertanyaannya, apa yang sedang kita bangun di kota ini? Sebab pada saat kita menjadi terang, seharusnya gereja kita dengan cepat akan dipenuhi oleh orang-orang yang hidup dalam kegelapan dan sedang mencari terang.

Seringkali kita menutup diri sebagai gereja karena kita tidak mau tercemar dengan kehidupan dunia yang gelap. Masalahnya, kegelapan adalah kondisi dimana tidak ada cahaya. Jangan salahkan dunia kalau mereka hidup dalam kegelapan. Sebab orang Kristen tidak mau masuk di dalamnya dan melakukan sesuatu untuk menjadi terang.

Bagaimana caranya sebuah bintang itu mati?

Ketika sebuah bintang kehabisan bahan bakar, karena Hidrogen sudah habis menjadi Helium. Maka bintang akan mendingin dan kekuatan grafitasi bintang menjadi dominan. Hal ini menyebabkan lapisan luar bintang runtuh ke arah dalam (inti) dan pusat grafitasi. Artinya pada saat inti (core) dari bintang tersebut habis, maka bintang tersebut akan runtuh dengan sendirinya akibat beratnya sendiri. Ini adalah gambaran kita semua sebagai orang-orang yang dipanggil untuk menjadi terang bagaikan bintang di dunia. Kebanyakan dari kita mau terang dari luarnya saja. Yang kita asah hanya sekedar talenta dan kemampuan, namun kita tidak pernah meneliti apakah yang di dalam itu masih sehat atau tidak. Seringkali kita berpikir yang penting aku sudah pelayanan, bernyanyi bagus, berkhotbah bagus, penginjilan dan setiap hari berdoa dengan waktu yang lama. Banyak orang tidak kuat untuk menahan tekanan dari luar. Hal ini sering terjadi pada ‘Super Star’ di luar, mereka hanya memperhatikan penampilannya, talentanya, punya karisma, tapi dalamnya bobrok dan rapuh.

Akibatnya pada saat tekanan datang, pada saat bahan bakarnya sudah habis, pada saat tidak ada lagi yang dapat menumpu kekuatan tekanan dari dunia dan kehidupan, pada saat itulah mereka mulai hancur dan runtuh, mereka mulai lari ke narkoba, kesenangan-kesenangan yang sia-sia, bahkan bunuh diri. Inilah yang terjadi sehingga gereja takut dan berkata, “Kita harus menjauhi kehidupan seperti itu, nanti kita bisa terseret sama seperti mereka.” Padahal dalam Filipi sudah mengatakan bahwa, kita dipanggil untuk masuk di tengah-tengah generasi yang bengkok hatinya dan sesat ini, supaya kita melakukan tugas kita menjadi terang di tengah dunia yang gelap ini dan orang melihat Kristus di dalam kita.

Ada 4 hal bagaimana kita hidup menjadi terang bagaikan bintang:

1. Terang selalu bersinar dari dalam

Kata kuncinya adalah ‘Karakter’. Terang selalu dimulai dari karakter. Kita harus tunjang hidup ini dengan karakter Ilahi. Salah satu karakter yang ditunjukan oleh kitab Filipi adalah ‘Ketaatan’.

Ketaatan terhadap otoritas yang benar adalah fondasi sebuah karakter. Apapun yang kita lakukan tanpa fondasi yang benar, kita akan runtuh di atasnya.

Talenta dan karisma dapat membawa kita ke puncak kesuksesan, namun hanya karakter yang dapat membuat kita bertahan. Begitu banyak ‘bintang’ di dunia yang kita lihat melejit dengan cepatnya, tapi juga menghilang sama cepatnya, karena mereka tidak memiliki karakter.

Ada satu pelajaran ketaatan yang dapat kita perlu belajar bersama, yaitu ketika Abraham dicobai:

Kejadian 22:1-3 (TB)

1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” 2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Abraham disebut ‘Ayah Iman’ (The Father of Faith) karena hal ini. Dalam kisah ini Tuhan tidak pernah mengatakan kapan Abraham harus mempersembahkan anaknya.

3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham,  ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

Hal yang luar biasa dari Abraham adalah dia bukan hanya taat, tapi dia taat dengan ‘segera’. Seringkali ujian ketaatan kita bukanlah apakah kita mau taat kepadaNya, namun kapan kita akan taat kepadanya. Masalah kita adalah kita seringkali menunda ketaatan kita. Kebenarannya adalah ketika kita taat dengan segera, Tuhan akan menjaga dan memelihara kita.

2. Yesus Kristus harus menjadi pusat terang kita

Jika kita hendak menjadi terang bagaikan bintang-bintang, jangan jauh-jauh dari pusat terang kita. Jadikan Kristus sebagai pusat terang kita.

“karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

Artinya Tuhanlah yang mengerjakan di dalam kita apapun yang Dia suruh. Jadi apakah yang dapat kita sombongkan?

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12)

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. (Yohanes 12:46)

Efesus 5:8-15

8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,

14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Apakah kita sudah menjadi terang untuk orang-orang di sekeliling kita?

Segenap dunia telah hilang dalam kegelapan dosa, namun terang di dalam dunia adalah Yesus. (Philip Bliss)

3. Jagalah terang iman kita

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (Filipi 2:14)

Kita sedang hidup di generasi yang suka komplain. Pada saat kita menggerutu dan komplain, sebenarnya kita sedang mempertanyakan kedaulatan Tuhan dan kendali Tuhan dalam kehidupan kita. Bersungut-sungut atau menggerutu adalah bukti dari redupnya iman kita mempercayai kendali Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita.

Seringkali kita bernyanyi; “Tuhan sanggup….”, tapi apakah benar kita hidup dengan apa yang kita katakan dan yang kita nyanyikan? Apakah benar Tuhan sanggup? Jika kita berkata “Ya”, kenapa kita masih bersungut-sungut dan menggerutu akan kesusahan dalam kehidupan kita?

Dari pada kita komplain tentang semua hal yang salah dalam kehidupan kita, lebih baik kita bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang benar.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

4. Jangan takut pada kegelapan

supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, (Filipi 2:15)

Hanya di tengah-tengah kegelapan engkau bisa melihat bintang (Martin Luther King)

2 Korintus 4:3-7 (BIMK)

3 Kalau Kabar Baik yang kami beritakan itu masih juga belum dipahami, maka hanya orang-orang yang sedang menuju kehancuran sajalah yang tidak memahaminya. 4 Ilah jahat yang menguasai dunia ini menutup pikiran orang-orang yang tidak percaya itu. Ialah yang menghalang-halangi mereka supaya mereka tidak melihat terang dari Kabar Baik itu mengenai kebesaran Kristus, yang merupakan gambaran Allah.

Jadi tidak perlu kita takut, tidak perlu kita mengutuki orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Seharusnya kita kasihan kepada mereka, sebab mereka dibutakan oleh ilah zaman ini yang menghalangi mata mereka untuk melihat terang Kristus. Untuk itu Yesus meminta kita menjadi terang bagi mereka, sehingga mereka melihat Kristus yang ada di dalam kita.

Di dalam Alkitab, Yesus tidak pernah berkata: “Jadilah pembasmi kegelapan”. Tapi yang Yesus katakan adalah “Kamulah terang dunia.”

14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. …. 16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14-16)

Amin

Leave a Reply