Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Bergaul Karib

Ringkasan khotbah Pdt. Chris Manusama
Minggu, 04 September 2016

Waktu nubuatan datang kepada Israel bahwa mereka akan dihancurkan, Israel malah marah. Zaman itu seorang nabi yang sangat berbeda dengan  nabi yang lain adalah Yeremia. Sebab dialah satu-satunya nabi yang bernubuat tentang kehancuran Israel. Israel berpikir bahwa selama ada bait Allah di Israel mereka akan aman. Tapi yang terjadi adalah Asyur datang menghabisi Israel, Babilonia datang menghancurkan Israel dan mereka dibuang. Yeremialah yang bernubuat bahwa bangsa ini akan habis. Yeremia disebut nabi peratap, karena hampir setiap saat dia terancam dibunuh, karena nubuatannya tidak sama dengan nabi-nabi yang lain. Seringkali kita temukan di zaman ini juga orang suka menerima nubuatan yang menyenangkan hati mereka dan khotbah-khotbah yang menyenangkan hati. Padahal kita perlu tahu suara Tuhan untuk kita setiap saat.

Waktu Israel dibuang yang ditinggalkan hanya orang-orang yang miskin dari bangsa itu. Israel 70 tahun dalam pembuangan di Babel. Israel hidup di tengah bangsa yang fasik, tapi Tuhan bekerja untuk bangsa Israel sehingga raja mengizinkan mereka punya komunitas. Setiap bulan mereka boleh dengar suara kenabian. Yeremia mengirim surat dari Yerusalem ke Babilonia setiap bulan sehingga bangsa Israel boleh mendengar pesan-pesan nabi. Di tempat yang paling fasik dan tidak menguntungkan bagi kita, Tuhan tetap ada di situ. Jadi bukan orang Babilonia yang menentukan masa depan orang Israel. Israel sendiri yang menentukan masa depan mereka.

Apa bunyi surat Yeremia untuk bangsa Israel?  Bekerjalah kamu, menanamlah kamu, cari isteri buat anak laki-lakimu, cari suami buat anak-anak perempuanmu, bangunlah rumahmu.  Sementara itu sebelum mereka dibuang, nabi-nabi lain berkata bahwa tidak mungkin ada orang yang datang merusak kami.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia  29:7 )

Mungkin orang Israel berpikir: “Mereka yang bunuh orang-orang kita, mereka yang ambil dan merusak semuanya, sekarang kita disuruh berdoa untuk mereka.” Itulah cara Tuhan. Ada satu fakta dalam hidup kita, yaitu Tuhan kita adalah Tuhan yang turun dalam peperangan, Tuhan yang ada di arena hidupmu. Tuhan kita tidak hanya duduk-duduk menonton kita dalam pergumulan.

Kita sering lebih ketakutan mendengar isu-isu yang dapat mengusik kenyamanan kita, dibanding kita takut kehilangan hubungan kita dengan Tuhan. Jika kita hidup benar dan jujur, maka kita tidak perlu takut sebab Tuhan tidak pernah curang.

Apa keuntungan dari kita memiliki sahabat?

Pertama: Keuntungannya adalah kita tahu bahwa ada seseorang yang kepadanya kita bisa menceritakan rahasia kita kepadanya. Kedua: Kita dapat lari kepadanya ketika kita mengalami kesulitan. Hal ini bisa terjadi karena kita tahu bahwa dia mengasihi kita.

Hari ini mari kita lakukan tiga hal supaya kita bebas dari segala keterikatan dan intimidasi:

1. Bergaul karib dengan Tuhan

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. (2 Samuel 22:7)

Daud berlari kepada Allah dalam setiap krisis hidupnya. Inilah yang perlu kita teladani,  miliki hati seperti Daud. Daud selalu berlari kepada Tuhan karena dia percaya Tuhan mengasihinya. Daud percaya bahwa Tuhan mendengarkan dia. Daud percaya Tuhan tidak menghakimi atas perasaan-perasaannya. Daud juga tidak berpura-pura, sebab itu dia mau melepaskan semua rasa takutnya di hadapan Tuhan.

18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku. 19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku; 20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku. (2 Samuel 22:18-20)

Dari Mazmur ini bisakah kita melihat kejujuran dari seorang Daud, bisakah kita mendengar begitu percayanya Daud kepada Tuhan? Daud menjadikan Tuhan sebagai gembalanya.

Iblis berusaha membuat kita percaya bahwa kita harus menyembunyikan kesalahan kita.  Kita takut ditolak oleh Tuhan, padahal Tuhan mau kita berlari kepada Dia dengan seluruh keberadaan kita. Daud mengerti hal ini sehingga dia mau jadikan Tuhan tempat  persembunyiannya.

2 Ia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku. (Yeremia 22:2-4)

2. Bergaul dengan firman-Nya

Kita harus bergaul dengan firman sebab firman itu hidup. Mathin Luther berkata, “Alkitab hidup, karena Dia berbicra kepada saya. Alkitab punya kaki, karena Dia berlari mengejar saya. Alkitab punya tangan, karena Dia menguasai saya, Dia sahabat terkasih.”

Kenapa masih banyak orang yang mengaku Kristen tapi menghindari Alkitab? Hal ini terjadi karena kita mendekatinya dengan sudut pandang legalistik. Banyak orang Kristen berpikir, “Jika saya baca Alkitab, nanti saya dihakimi.” Jika kita melihat Alkitab sebagai surat cinta dari Allah, ini akan membuat hidup kita berubah.

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:11)

Tuhan tidak lebih mengasihi kita karena kita baca firman-Nya yang tertulis. Tapi kita belajar untuk lebih mengasihi Dia ketika kita melakukan firman-Nya. Inilah caranya keintiman semakin diperdalam.

3. Bergaul karib dalam penyembahan

Menyembah adalah fokus hati yang dihasilkan dalam satu respons emosional dan satu tindakan fisik.

Satu ketika Tuhan minta Abraham untuk mempersembahkan anaknya sebagai korban bakaran. Hal ini bukanlah penyerahan anak dan Abraham mengerti permintaan ini. Jika kita boleh terjemahkan bebas, Tuhan sedang berkata, “Abraham, bunuh anakmu!”

Kejadian 22:1-5

2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

Doa dan penyembahan memiliki makna yang  sama, sebab kata doa didefinisikan sebagai mencium wajah Allah. Ini adalah permintaan yang sulit (membunuh anak), tapi Abraham pergi dan menyembah Tuhan. Itu yang dimaksud bergaul karib dalam penyembahan.

Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. (Lukas 24:29)

‘Malam’ bicara tentang situasi dimana kita memerlukan alat bantu penerangan. Kadang-kadang Kita ada dalam situasi ‘malam’ dalam hidup ini. kita perlu seseorang, kita perlu panggil sahabat kita untuk tinggal bersama.

Henry Francis Lyte (1793-1847)

Dia adalah seorang penyair, musisi, pelayan Tuhan. Dia ada di gereja yang jemaatnya kebanyakan nelayan miskin. 23 tahun dari akhir hidupnya dia mengidap Asma dan TBC, kemudian dokter menasehatinya untuk pindah ke Italia karena udaranya lebih baik, supaya kondisinya yang semakin buruk itu bisa ditolong. Sebab dia tinggal di daerah yang dingin dan basah yang membuat penyakitnya semakin parah.

Pada waktu ibadah terakhir dia menyampaikan khotbah perpisahannya dengan linangan air mata. Dia berkhotbah dengan rohnya yang menyala-nyala di atas fisiknya yang semakin parah. Jemaatnya menangis karena dia harus pindah ke Italia. Sejarah mencatat tanggal 20 November 1847, Henry meninggal dalam perjalanan ke Italia. Dia menulis sebuah lagu yang berjudul “Abide with me”

Tinggal sertaku   Kawan yang kudus
Tlah hampir malam   Jangan jalan trus
Lain pertolongan   Tak ku temukan
Kau yang abadi   Tinggalah sertaku

henry_francis_lyte

Henry Francis Lyte, Seorang yang tetap melayani Tuhan sekalipun dalam penderitaan.

Martin Luther menulis, mereka yang menyembah adalah mereka yang berdoa dua kali.  Daud menikmati keintiman berlipat ganda karena seluruh hidupnya dijalani di hadapan Tuhan sebagai penyembah.

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. (Mazmur 25:14)

Jangan hanya menjadi orang percaya, tapi terus meningkat  menjadi sahabat Yesus.

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1 Korintus 15:58)

Yesus menghargai sahabat-sahabatNya bukan dengan apa yang mereka miliki atau apa yang mereka pakai, tapi oleh apa yang mereka lakukan.

2 thoughts on “Bergaul Karib

Leave a Reply