Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Strong Generation

zee-leon
Ringkasan khotbah Pdt. Zee Leon

Minggu, 28 Agustus 2016

Arti sesungguhnya dari kata ‘Generasi’ adalah ‘angkatan’. Jadi di sini bukan bicara tentang usia, tapi angkatan yang berhubungan dengan kesatuan. Jadi kita semua yang hidup saat ini adalah generasi yang Tuhan sedang percayakan  hidup di zaman ini. Sebab itu Tuhan ingin kita menjadi generasi yang kuat.

Sebagai generasi yang kuat, kita harus dapat menjawab pertanyaan ini dengan benar: “Who are you?” Sebagai orang Kristen kita perlu menemukan jawabannya atas hidup kita. Jika seseorang bertanya, “Siapa itu Michael Jordan, Siapa itu Sylvester Stallone, Siapa itu Diana Ross?”  Kemudian kita menjawab bahwa Michael Jordan adalah pebasket, Sylvester Stallone adalah aktor dan Diana Ross adalah penyanyi terkenal maka saya sebenarnya salah. Sebab apa yang saya katakan adalah menjawab apa yang mereka lakukan, bukan siapa mereka sesungguhnya. Jadi pertanyaan “Who are you?” itu sering dijawab salah tapi kita menerimannya.

Kesalahan terbesar di dunia ini adalah meggunakan performa untuk memberikan identitas kita. Jadi dunia ini dibangun dengan kultur ‘Mengukur seseorang dari apa yang dia lakukan’. Jika kita mendefinisikan diri kita berdasarkan dengan apa yang kita lakukan sekarang, maka kita cenderung akan salah  menghidupi kehidupan kita. Karena ada banyak dari kita yang melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan.

Iblis akan menggunakan berbagai macam cara supaya kita tidak menemukan identitas kita yang sesungguhnya di dalam Tuhan. Iblis berusaha supaya kita tidak dapat menerima warisan kita sebagai anak Tuhan. Dia juga akan menghalangi kita agar tidak mengalami kemenangan yang seharusnya kita alami. Sebab setiap kita tidak dapat dimenangkan, jika kita sendiri tidak tahu apa yang harus dimenangkan.

Hagai 1:1-8

Latar belakang :

Pada tahun ke 4 pemerintahan Salomo, dia mulai menepati apa yang Tuhan katakan, yaitu membangun bait Allah. Tadi-tadinya Daud hendak membangun bait Allah, tapi Tuhan katakan, bukan kamu tapi anakmu dan Daud mempersiapkan semuanya sehingga waktu Salomo naik tahta Salomo siap membangun bait Allah. Kita tahu bahwa orang Israel bukanlah orang-orang yang setia. Mereka memasukan paham-paham asing, ilah-ilah asing ke dalam bait yang tadinya mulia dan kudus ini.

Tahun 587 SM, datanglah seorang raja yaitu Nebukadnezar, yang berhasill mengalahkan dan menghancurkan Yehuda. Nebukadnezar juga berhasil menghancurkan bait Allah dan ini seakan menambah penghinaan bagi kekalahan bangsa Yahudi.

Kita tahu bahwa orang Yahudi ditawan 70 tahun diasingkan ke dalam Babilon. Di tahun 538 SM mujizat terjadi, raja yang baru mengizinkan 50.000 dari mereka untuk kembali membangun reruntuhan Yerusalem. Mereka kembali dan mereka mulai membangun fondasi dan altar.

Pada saat mereka mulai membangun oposisi mulai naik, orang Samaria datang menentang dan meneror mereka sehingga mereka berhenti membangun.  Selama 14 tahun pembangunan itu terhenti, orang Israel tidak menganggur karena mereka mulai membangun rumah-rumah keluarga mereka. Herannya waktu mereka membangun rumah mereka sendiri, tidak ada gangguan.

Ada beberapa hal dalam perikop ini yang penting:

1. Tuhan sedang membangkitkan generasi Hagai untuk memanggil umatNya kembali kepada tugas awal

Selama 14 tahun mereka menjadi masyarakat hedonis karena mereka menyenangkan diri sendiri, membangun diri sendiri, memperkaya diri sendiri, dan menumpuk kekayaan. Tuhan berbicara kepada Zerubabel dan imam Yozadak (Hagai 1:1). Jadi selalu kepada ‘raja’ dan ‘imam'(Bd. 1 Petrus 2:9). Dalam perjanjian baru ‘raja’ dan ‘imam’ itu seperti koin (satu mata uang dengan dua sisi). Jadi kita ini adalah raja dan imam. Tuhan mau berbicara kepada generasi Hagai yang berani berbicara kepada raja dan imam dan yang berani menghadapi budaya yang tidak sesuai kehendak Tuhan.

“Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” (Hagai 1:2)

Tuhan memposisikan diri seperti Bapa kepada kita. Salah satu misi gereja kita adalah “Membangun masyarakat mesianik.” Sebab itu kita tidak dapat memisahkan antara mesianik dan profetik. Generasi profetik adalah generasi yang memiliki:

  • Sense of origin (dari mana dia berasal/siapa dia)
  • Sense of significance (tahu apa peranya)
  • Sense of destiny (tahu tujuannya)

Jadi secara sederhana generasi profetik adalah generasi yang tahu dari mana dia berasal, di mana dia sekarang dan kemana dia akan pergi. Jika kita tahu tiga hal ini, maka kita tidak akan buang-buang waktu. Kita akan melakukansuatu hal tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.

Generasi profetik tidak terlepas dari “Kenapa saya diutus?” Kita harus selalu menyadari “Kenapa saya melakukan apa yang saya lakukan sekarang?” dan “Kenapa kita percaya apa yang sekarang kita percayai?” Sebab jika semua ini kita lupakan, akan membuat kita melenceng jauh dari sasaran. Ingat, ‘dosa’ artinya luput dari sasaran. Iblis tidak akan membelokan kita 90 derajat, tapi dia cukup membuat kita menyimpang 1 derajat . Tapi dalam perjalanan hidup kita 1o itu makin hari akan menjadi jurang yang semakin jauh dan jika kita tidak menyadarinya maka hal itu akan menghancurkan hidup kita.

Tuhan ingin membangkitkan umat yang lebih memilih untuk melakukan kebenaran-kebenaran yang sukar, dari pada melakukan kemudahan-kemudahan yang salah.

2. Sebab pada dasarnya yang salah itu lebih mudah dilakukan dan yang benar itu lebih sulit dilakukan

Lebih mudah untuk menyembunyikan dosa menjadi rahasia, tapi sulit untuk mengakui dosa kita dan membawanya kepada Salib Kristus. (1 Yohanes  1:9). Lebih mudah untuk tidak mengampuni, lebih mudah untuk menyimpan kesalahan orang lain, tapi lebih sulit untuk datang berdamai dan mengampuni. Pada saat kita tidak mau mengampuni dan timbul akar pahit, hal itu sama artinya dengan “kita minum racun dan berharap orang itu yang mati.” Kita merasa kita sedang menghukum dia dengan tidak mengampuni, padahal yang sedang terhukum itu sebenarnya kita sendiri. Lebih mudah untuk mengikuti keramaian dunia ini, tapi sulit untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini. (Roma 12:2). Kebenarannya adalah semakin dekat kita melakukan kehendak Tuhan, semakin banyak musuh di depan kita. Jadi jangan menyerah mengikut Tuhan. Sebab kitalah generasi profetik, kita adalah generasi yang kuat, kitalah generasi yang Tuhan utus untuk berhadapan dengan imam dan raja dan menyampaikan pesan profetik.

3. Tuhan ingin membangkitkan umat yang peka akan keadaan, umat yang peduli terhadap sesama dan umat yang pantas ditiru

Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! (Hagai 1:5)

Now this is what the Lord Almighty says: “Give careful thought to your ways. (Haggai 1:5 – NIV)

Hagai 1:7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!

Jadi pikir baik-baik bagaimana hidup yang kamu jalani saat ini. ‘careful thought’ tidak mengacu pada orang yang sambil lalu. Kata ini sedang mengacu pada penekanan, “Stop, apa yang sedang kamu lakukan, pikir atau analisa baik-baik apa yang kamu sedang lakukan.” Perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup. Waktu itu orang Israel tidak peduli dengan mezbah Tuhan. Mereka hanya perduli membangun rumah mereka sendiri, mereka hanya perduli dengan diri mereka sendiri, sehingga Tuhan menegur mereka.

“Perhatikan dengan seksama bagaimana kamu hidup.” Dalam konteks ini tidak salah kalau kita sering berkaca, yang penting mata yang kita pakai haruslah ‘mata rohani’ dan kaca yang kita pakai haruslah ‘firman Allah’.

4. Tuhan ingin membangkitkan umat yang percaya akan nilai kerja keras dan berani berkorban

Orang Kristen bukanlah umat yang gampangan, yang mau terima jadi. Sebab itu firman Tuhan juga katakan bahwa orang yang tidak bekerja jangan makan.

7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. (Hagai 1:7-8)

Perjalanan membangun rumah Tuhan bukanlah perjalanan di tanah datar, bukan juga perjalanan yang menurun. Tapi perjalanan naik gunung, artinya tidak mudah. Tuhan ingin agar kita menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah. Perjalanan membangun rumah Tuhan bukanlah perjalanan yang mudah. Tapi jika kita mau menjadi umat yang mesianik, yang profetik, kita harus menjadi pribadi yang tidak takut untuk naik ke gunung, tidak takut untuk bekerja kerjas, memotong kayu  dan tidak takut untuk membangun rumah Tuhan. Amin.

Leave a Reply