Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Kawan Yang Kudus

Pdt. Ris Maulany
Ringkasan khotbah Pdt. Ris Maulany
Minggu, 21 Agustus 2016

Perjumpaan kita secara pribadi dengan Tuhan adalah dasar yang penting sebagai orang Kristen.  Ada banyak orang Kristen yang beribadah tapi tidak bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan sebagai pribadi yang intim.

Bagaimana kita mengenal Tuhan?

Pengenalan akan Tuhan tidak dapat digantikan oleh apa pun dan hal ini adalah proses yang terus menerus. Rasul Paulus berkata,

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya ….” (Filipi 3:10)

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Filipi 3:8)

Seringkali orang hanya bernyanyi, tapi mereka tidak memiliki pengenalan akan Tuhan.

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:24)

Kemudian dalam kitab Kejadian menuliskan bahwa kita ini diciptakan segambar dengan Tuhan. Artinya kita juga adalah roh yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh, sebab itu kita dapat mendengarkan Dia.

Tuhan itu adalah pribadi

Sebab itu Dia punya pikiran, perasaan dan kehendak.

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (1 Korintus 2:16)

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. (Efesus 4:30)

Ternyata Tuhan kita adalah Tuhan yang terbuka, Dia dapat dilukai. Ini berbeda dengan dewa-dewa yang tidak dapat disentuh. Tuhan kita dapat menanggapi kasih kita. Sebab itu dikatakan jangan mendukakan Roh Kudus. Roh Kudus bisa didukakan karena Dia punya emosi, Dia punya pikiran, karena dia adalah ‘pribadi’.

Ada orang yang berpikir bahwa Roh Kudus hanyalah ‘kuasa’ bukan ‘pribadi’. Apa yang kita kenali dari Tuhan akan mempengaruhi penyembahan kita. Itulah sebabnya banyak orang datang kepada Tuhan hanya untuk mengalami mujizat demi mujizat. Padahal Tuhan itu ‘pribadi’.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya (Yohanes 14:16)

Yesus menjanjikan seorang penolong, bukan suatu pertolongan. Sebagai pribadi, Dia berkomunikasi. Sebagai pribadi, Dia saling menanggapi satu dengan yang lain. Misalnya; suami istri akan saling menjaga perasaan satu dengan yang lain, karena masing-masing adalah pribadi yang memiliki emosi. Demikian juga dengan Tuhan.

Jadi hari ini, jika kita memilih untuk berbalik dan tidak melakukan dosa, bukan karena kita takut masuk neraka melainkan karena kita mengasihi Tuhan. Pengenalan kita akan Tuhan membuat kita terus menjaga hidup kita supaya tidak mendukakan hati Tuhan. Pengenalan kita akan Tuhan membuat kita tidak merasa sendiri, karena Dia selalu mendengar dan Dia tahu apa yang kita sedang hadapi.  Jika kita tahu bahwa Tuhan adalah pribadi yang setia, maka hidup kita pasti berubah.

Ada Roh Kudus berarti ada harapan

Apapun yang kita alami besar atau kecil, sulit ataupun berat, dimana ada Roh Kudus pasti ada harapan.

Lukas 24:13-31 Jalan ke Emaus

13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. (Lukas 24:13-15)

Menyadari kehadiran Tuhan jauh lebih penting dari memikirkan apa yang harus dilakukan. Daud adalah contoh pribadi yang selalu mengandalkan kehadiran Tuhan sehingga dia memenangkan banyak peperangan. Itu sebabnya Daud berkata, “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Mazmur  51:13).

Tanpa kehadiran Roh Kudus kita tidak dapat berbuat apa-apa

Ayat 25 – Hati kita bisa lamban mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan.

29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. (Lukas 24:29-30)

Kadang kita membaca firman dan kita tidak mengerti, tapi kita terus bertahan untuk mendengarkan apa yang Tuhan mau. Jangan hanya membaca firman, tapi mulailah merenungkan firman Tuhan. Merenungkan berarti kita memikirkan dalam-dalam.

Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. (Lukas 24:31)

“terbukalah mata mereka…” Ini adalah momentum dimana sesuatu yang ajaib dari Tuhan yang membuat kita mengerti.

KEHADIRAN TUHAN MENGUBAH SUASANA TERMASUK  HATI  DAN  PIKIRAN KITA

Tuhan tahu apa yang terjadi dengan hidup kita, sebab itu jangan lepaskan Dia. Terus desak Dia untuk tinggal dengan kita. Kehadiran Tuhan jauh lebih penting dari semua yang lain. Jawaban dari setiap masalah ada di dalam kita, sebab ada Roh Kudus di dalam kita. Yang paling penting adalah kita harus menyadari kehadiran-Nya.

33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya. 34 Tetapi apabila Musa masuk menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. 35 Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan TUHAN. (Keluaran 34:33-35)

13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. (2 Korintus 3:13-14)

Inilah yang disebut dengan roh agamawi. Roh agamawi ini membuat kita merasa baik dan merasa benar di hadapan Tuhan. Sebab itu kita sangat perlu Roh Kudus. Yang menentukan kebebasan bukan keadaan dirinya tapi keadaan hatinya.

10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 18:10-14)

Dari ayat ini kita mengerti bahwa yang harus diubahkan bukan cara kita berdoa, tapi sikap hati kita saat berdoa. Kebebasan kita tidak ditentukan oleh keadaan kita, tapi sikap hati kita. Kita lebih sering dipenjarakan oleh cara pandang kita daripada keadaan kita.

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. (2 Korintus 3:16)

HATI BERBALIK, SELUBUNG ITU AKAN DIAMBIL

Tidak ada yang dapat membuat hati kita berbalik selain Roh Kudus.

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (2 Korintus 3:17)

Jadi ada Roh Kudus berarti ada kemerdekaan.

Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2 Korintus 10:5)

Kubu adalah sistem pemikiran kita (imajinasi, nalar kita) yang membuat orang berbalik dari mengenal Allah. Itu sebabnya orang yang kepahitan sulit didekati, sulit dinasehati karena sudah ada kubu (Benteng) dalam pikiran mereka. Kubu (Strong holds) itu terbangun dari apa yang tidak kita selesaikan, apa yang kita salah mengerti, apa yang bukan karakter Tuhan.

18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19)

Pertanyaannya, Adakah Roh Kudus di dalam kita? Jika ada, seharusnya ada pembebasan.

31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32)

AMIN

Leave a Reply