Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Kecerdasan Rohani

Jonathan Pattiasina 2
Ringkasan khotbah Pdt. Jonathan Pattiasina
IR 2 – Minggu, 10 Juli 2016

Ada orang-orang yang memulai kehidupan rohani dengan baik, mengalami mujizat, berkarunia, memiliki pelayanan yang sangat bagus dan didukung oleh orang-orang yang sangat mengasihinya, punya tim yang baik. Tapi mengapa tiba-tiba mereka jatuh, mereka dikalahkan, mereka mengorbankan keluarga, mereka korbankan hubungan suami istri, mereka korbankan pelayanannya dan memilih meninggalkan Tuhan?

Setelah dipelajari secara mendalam, ternyata semua itu dikarenakan mereka tidak mengembangkan ‘kecerdasan rohani’, sehingga mereka gagal membuat pilihan-pilihan yang tepat.

Ciri orang yang bertumbuh dan menjadi dewasa adalah kemampuannya untuk membuat keputusan-keputusan yang bijak, bukan untuk kepentingan diri sendiri tapi untuk kepentingan Tuhan dan Kerajaan Allah.

2 Korintus 11:1-4

Dari sini Paulus melihat bahwa ada potensi yang luar biasa di dalam kita, sebab kita telah dipertunangkan dengan Kristus. ‘Dipertunangkan’ sama artinya dengan disandingkan.

Ayat 3-4 menjelaskan bahwa ternyata ada injil yang lain, ada Yesus yang lain, ada roh yang lain, disinilah diperlukan kecerdasan rohani untuk membuat perbedaan. Paulus juga berkata bahwa ada orang yang memberitakan Injil dengan maksud-maksud yang lain, dengan motifasi yang berbeda dan mereka berusaha memberitakan Kristus dengan warna yang berbeda.

But I fear, lest by any means, as the serpent beguiled Eve through his subtilty, so your minds should be corrupted from the simplicity that is in Christ. (2 Cor.11:3 – KJV)

Jadi ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa tujuan iblis menipu kita supaya kita meninggalkan kesederhanaan di dalam Kristus. Jadi rupanya Roh Yesus Kristus dan gaya hidup-Nya adalah simple (sederhana). Tapi hari-hari ini orang memberitakan ‘Yesus’ sebagai Yesus yang berbeda. Seperti Yesus yang kaya raya. Jadi Paulus mau menjelaskan kepada kita bahwa Roh Yesus Kristus adalah Roh yang sederhana. Jangan sampai kita berpikir bahwa mulia itu harus mewah, tapi mulia itu adalah Kristus. Mulia dalam bahasa Yunani ‘Doxa’ yang punya pengertian: Quality, bobot. Jadi ‘mulia’ adalah bobot kehidupan Kristus. Manusia diciptakan dengan kualitas Ilahi. Kualitasi Ilahi itu bukanlah sekedar kemewahan, disinilah kita perlu ‘kecerdasan rohani’. Jika kita sudah menemukan ‘simplicity of Christ’, kita telah mendapatkan kesederhanaan seperti yang Kristus miliki, maka kita akan memandang dunia dengan cara yang berbeda.

Apa artinya ‘Sederhana’?

‘Sederhana’ bukan berpakaian compang-camping. ‘Sederhana’ bukan miskin. Sederhana bukan gampang ditebak. Kata ‘Sederhana’ di sini berasal dari kata ‘haplotes’ (Yunani) yang artinya ‘terfokus’. Ketika kita terfokus, maka kita jadi sederhana. Hal ini digambarkan sebagai seorang yang memegang kamera dan hendak mengambil objek tertentu. Ketika dia hendak fokus pada objek tsb, maka pemandangan sekeliling objek tersebut akan terlihat suram. Itulah fokus. Makanya Yesus Kristus dalam pelayanan di bumi hanya terfokus pada dua kata yaitu: ‘Kehendak Bapa’. Bagi Yesus tidak ada yang lain selain kehendak Bapa. Bagi Yesus yang lain hanya accesories (tambahan).

Pertanyaannya, “Apa fokus hidup saudara?” Jawaban pertanyaan di atas seharusnya menjadi tujuan hidup kita. Apa tujuan hidup kita? Tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, supaya kita memerintah bersama-sama dengan Dia. Yang lain hanya menjadi gambar-gambar suram di sekeliling kita karena kita fokus pada keserupaan dengan Kristus. Makanya Paulus berkata, bahwa “… aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” Tapi dia takut kalau cara berpikir kita terpecah (2 Korintus 11:2). Ingat, penyesatan datang pada pikiran kita, supaya kita tidak fokus lagi pada apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

Salah satu pengertian tentang kesederhanaan adalah ‘Jika kita telah penuh di dalam, maka kita tidak perlu tambahan dari luar lagi’. Jadi ‘Simplicity’ yang benar adalah jika Yesus di dalam kita, maka yang di luar tidak akan lagi menggoda kita. Jika Yesus penuh di dalam kita, maka uang, kedudukan, pangkat dll, tidak dapat menambah apapun di dalam kita. Ketika Yesus berjalan di dunia ini, Dia penuh dengan Bapa-Nya, Dia lihat pesan Bapa-Nya, Dia berjalan dengan Roh kudus, makanya orang tidak dapat membujuk Dia dengan uang, kedudukan, sanjungan, dll.

Ketika Yesus telah berdiam di dalam kita, kita harus yakin bahwa kita telah penuh di dalam. Adakah yang dapat memuaskan kita lebih dari Yesus? Seharusnya tidak ada yang dapat memuaskan kita melebih Yesus. Itulah yang paulus takutkan jika kita berpikir bahwa “Saya akan berhasil jika Yesus ditambah uang yang banyak, Yesus ditambah pelayanan yang hebat, Yesus ditambah kedudukan yang tinggi.” Jika kita berjalan dengan Yesus, maka fokus kita harus Yesus saja, jangan ‘Yesus plus’. Tidak ada yang namanya ‘Yesus plus’, yang ada Yesus saja cukup. Itulah yang Paulus maksudkan bahwa Yesus ditambah yang lain, akan menjadi ‘Yesus yang lain’.

Yesus adalah pribadi yang sangat sederhana, bahkan pengajarannya sangat sederhana sampai anak-anak kecilpun menyukai-Nya.

Jika kita mau relevan dengan dunia, kita harus relevan dahulu dengan Yesus. Jika tidak maka kita akan termakan oleh roh dunia ini seperti yang Paulus katakan, “Ada Yesus yang lain, ada injil yang lain, ada roh yang lain.

Tahukah saudara bahwa hati manusia itu licik? Orang yang cerdas rohani harus mengerti hal ini yaitu: “Dia harus makin bertambah dan aku harus makin berkurang.” Dengan demikian Yesus dapat membentuk kita seperti yang Dia kehendaki. Jarang orang memilih kesederhanaan, karena orang lebih suka menjadi pusat perhatian dunia.

Di Alkitab ada beberapa cerita yang memberitahukan kepada kita bahwa kamu boleh rohani, kamu boleh dikelilingi oleh orang-orang rohani, kamu boleh ada dalam situasi rohani, tapi jika hatimu tidak penuh dari dalam, maka engkau cenderung akan tersesat.

Baca 2 Raja-raja 5:1-27

Yang mau diceritakan di sini bukanlah nabi Elisa atau Naaman, tapi seorang bujang atau pelayan yang bernama Gehazi. Tapi kata yang tepat untuk Gehazi adalah asisten. Dengan kata lain Gehazi sebenarnya dipersiapkan sebagai calon pengganti Elisa. Jadi Gehazi adalah wakil Elisa.

Waktu Naaman datang kepada Elisa, Elisa tidak keluar tapi Gehazi yang bertemu dengan Naaman.

14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.  15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!” 16 Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa.” Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. (2 Raja-raja 5:14-16)

Tetapi sesuatu terjadi dalam hati Gehazi.

20 berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: “Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya.”  21 Lalu Gehazi mengejar Naaman dari belakang. … (2 Raja-raja 5:20-21)

Ketika saudara dibohongi oleh hatimu sendiri, maka saudara akan mulai berbohong kepada orang lain.

Gehazi adalah seorang yang dipersiapkan menjadi nabi. Harusnya dia fokus. Jika kita fokus yang lain bisa jadi tidak penting. Dalam terjemahan lain Elisa berkata, “Apakah ini saatnya untuk mencari uang?”

Gehazi gagal fokus, Gehazi terfokus pada kemungkinan apa yang dapat dia terima. Gehazi seharusnya menjadi nabi dua kali lipat lebih hebat dari pada Elisa. Seperti Elisa menjadi nabi dua kali lipat lebih hebat dari pada Elia. Tapi apa yang terjadi dengan nabi yang satu ini? Dia tidak memiliki kecerdasan rohani. Padahal dia tidur bersama-sama dengan Elisa. Disekelilingnya banyak orang yang sekolah nabi bersama-sama dengan dia. Dengar firman Tuhan, tapi masalahnya di dalam dia. Dia tidak memiliki ‘Simplicity of Christ’ (Kesederhanaan Kristus).

Kita dapat melakukan apa saja, jika kita fokus kepada apa yang Tuhan ingin kita kerjakan. Mari fokus dengan apa yang Tuhan percayakan.

Filipi 4:11-12

Apa arti kata cukup untuk saudara?  Cukup itu sebuah keputusan. Kita yang harus putuskan batas kecukupan dalam hidup kita. Jika kita berkelebihan tapi masih merasa tidak cukup, itu berarti kita sedang tertipu dan tamak. Alkitab mengatakan bahwa ‘tamak’ itu sama dengan penyembahan berhala.  Itu seperti spirit yang berusaha untuk menggantikan posisi Tuhan.

Jika saudara mau cerdas secara rohani, maka jadilah ‘sederhana’. Sebab ‘Simplicity’ adalah jalan kepada kecerdasan rohani. Amin.

Leave a Reply