Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Mengusir Keraguan

Pdt. Ris Maulany

Ringkasan khotbah Pdt. Ris Maulany
Minggu, 12 Juni 2016

Waktu kita di hadirat Tuhan, kita akan menemukan gairah, rasa aman, tidak ada keraguan dan kita bisa lupa akan keterbatasan kita.

Alkitab mengisahkan bahwa ketika Yesus disalibkan dan mati, terjadi kegoncangan di kalangan murid-murid. Bagi para murid dan orang-orang yang dekat dengan Yesus, mereka terpukul karena tiba-tiba orang yang selama ini melakukan berbagai mujizat mati dan tidak berdaya.

Ketika melewati kegoncangan, kita akan menemukan hal-hal yang esensi dalam hidup kita. Jika kegoncangan terjadi di dalam rumah tangga kita, maka ada dua hal yang terjadi: kita bertambah dekat, atau kita ragu dengan pernikahan kita.

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. (Yohanes 21:2-3)

Pencarian yang tidak menemukan apa-apa akan menimbulkan keraguan. Ragu tentang pekerjaan, ragu tentang apa yang sedang dijalani, bahkan ragu tentang Tuhan.

Ada beberapa kisah:

1. Pengalaman ketika angin ribut diredakan (Luk.8:22-25).

Dalam perjalanan ini Yesuslah yang mengajak mereka untuk bertolak ke seberang. (ay.22). Sering untuk memulai apapun kita berdoa, tapi apakah kita bahwa Yesus yang mengajak? Dalam perjalanan hidup ini kita sering menikmati perahu dan suasana, namun kita tidak memperdulikan Yesus.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)

Seringkali kita terpengaruh dengan apa yang kita perhatikan. Dalam keadaan terdesak kita cenderung mengeluarkan kata-kata yang tidak benar. Misalnya waktu sakit, waktu bisnis mengalami gangguan dsb. Pertanyaannya, Siapa yang menghendaki kita binasa, atau siapa yang ingin kita hancur? Dalam keadaan kritis perkataan kita adalah kepercayaan kita. Sebab itu mata kita harus tertuju kepada Yesus. Di dalam Yesus ada jawaban atas segala persoalan yang kita hadapi. Pertanyaannya, “Mengapa Yesus yang harus kita perhatikan?” Karena Yesus yang mengajak kita naik ke perahu. Yesus menghendaki kita hidup dalam kelimpahan dan hidup dalam kemenangan.

Yohanes 21:4-6 Mata Tuhan selalu tertuju memperhatikan kita. Ketika mereka mengatakan ‘tidak ada’ itu adalah sebuah pengakuan. Pengakuan akan melepaskan beban di dalam kita. Sama seperti wanita Samaria yang mengaku bahwa dia belum bersuami.

2. Yesus berjalan di atas air (Matius 14:23-32).

Ayat 29 Kata Yesus: “Datanglah!”… Itu artinya Yesus memberikan kemampuan kepadanya. Jika Tuhan memberikan firman kepada kita, Dia bukan hanya memberi informasi, tapi Dia memberi kuasa kepada kita. Waktu Petrus merasakan tiupan angin, dia mulai ragu-ragu dan akhirnya tenggelam. Padahal Yesus ada di situ. Waktu kita menghadapi badai kehidupan, ingat bahwa Yesus juga merasakannya. Jangan berpikir bahwa Yesus tidak tahu apa yang sedang kita alami. Pakai kuasa dan otoritas yang Tuhan sudah berikan kepada kita, sebab otoritas adalah hak untuk bertindak.

7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. (Yohanes 21:4-7)

Jika kita dekat dengan Tuhan kita tahu bahwa Tuhan ada. Petrus ketika dia tahu bahwa Tuhan ada, dia memberi tanggapan yang berbeda.

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:15-17)

Petrus pun mengalami perubahan ketika Yesus berbicara secara pribadi kepadanya. Dia yang mengatakan

“Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (1 Petrus 4:8).

3. Yesus memberi makan lima ribu orang (Matius 16:5-12).

Murid-murid ini mewakili kita di zaman ini. Kata ‘berpikir-pikir’ (ayat 7) dalam bahasa asli ‘dialogizomai’ yang artinya ‘ada dialog di dalam pikiran’. Pertanyaannya, ‘Dialog dalam pikiran itu dengan siapa? Apakah pikiranmu, pengalamanmu, ataukah dengan Tuhan? Sebaliknya waktu kita merenungkan firman Tuhan, hal itu sama dengan kita sedang mengalami perjumpaan dengan Tuhan karena ada Roh kudus yang menuntun dan yang mengajarkan kita segala sesuatu. Berikan telinga untuk mendengar Tuhan berbicara dan jangan menganalisa. Simak perkataan Tuhan, tujukan perhatian dan hati kita saat Tuhan berbicara.

3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1 Yohanes 5:3-4)

Yang dikalahkan adalah sistem dunia. Dunia mengajarkan bahwa sesuatu terjadi dahulu baru kita percaya. Tapi iman adalah percaya sebelum segala sesuatu terjadi. Iman adalah tindakan percaya yang aktif.

1 Yohanes 5:1-2 Orang yang mengasihi Tuhan dalam segala keadaan selalu percaya, karena dia yakin akan kehadiran Kristus. Inilah waktunya gereja kembali kepada hubungan yang benar dengan Tuhan, bukan sekedar ritual agamawi. Kita harus kembali kepada penyembahan, bukan pertunjukan rohani. Kehadiran Yesus selalu membawa mujizat, tapi ketika tidak ada orang yang percaya, maka tidak terjadi mujizat apapun.

Menyadari apa yang Tuhan buat sudah cukup untuk kita tetap mengucap syukur dan menyembah Tuhan.

Kenapa semalam-malaman mereka mencari ikan tapi tidak mendapat. Kenapa sekarang tiba-tiba ada ikan?

Mungkin selama ini kita berjalan dengan cara kita, tapi hari ini dengarkan Yesus berbicara, pakai cara Yesus, maka kita akan berhasil. Amin.

Leave a Reply