Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Urus Jiwa-jiwa

Ringkasan khotbah Pdt. Nus Liur
Minggu, 08 Mei 2016

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yohanes 21:15-17)

Ada dua nama yang disebutkan di dalam pembacaan di atas: Simon & Petrus. Simon artinya ‘Ilalang’, Petrus artinya ‘Batu karang’.  Perhatikan cara Yesus mengubah karakter, dari ilalang yang mudah patah, yang mudah terbakar, Tuhan mengubahnya menjadi satu karakter yang kuat (Batu karang).

Yesus dalam pelayananNya memilih dua belas murid dan kedua belas murid ini berasal dari Galilea. Dari kedua belas murid ini ada tujuh murid yang memiliki karakter yang unik.

  • Yudas, menjual Yesus (Baca Yoh.6:70).
  • Tomas, Tomas itu tidak percaya, tapi waktu dia mengalami jamahan Tuhan, dialah rasul pertama yang mendirikan gereja di India.
  • Filipus, dia juga seorang yang tidak percaya ketika Tuhan menyuruhnya mencari roti untuk lima ribu orang (Yoh.6:5-7). Setelah dia mengalami jamahan Tuhan, dia menjadi rasul pertama di benua Afrika.
  • Andreas, dia yang membawa anak kecil yang mempunyai lima roti dan dua ikan.
  • Yakobus dan Yohanes (Lukas 9:51-55)
  • Petrus, pernah menyangkal Yesus namun Yesus tidak pernah melupakannya. Kegagalan kita tidak pernah menggagalkan kasih Tuhan kepada kita. Petrus seorang nelayan (penjala ikan) tapi Yesus berkata Aku akan mengubah engkau menjadi penjala manusia. Ketika Yesus mati dan belum bangkit Petrus kembali ke pakerjaannya yang semula yaitu penjala ikan. Petrus kembali ke gaya hidup yang lama. Hal inilah yang membuat Yesus datang dan menjumpai dia. Petrus ini adalah seorang murid yang memiliki karakter yang sangat unik.

31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.
32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”
33 Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.”
34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”
35 Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga. (Mat.26:31-35)

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh.21:15)

Petrus menyangkal Yesus di depan umum, tapi Yesus tidak menanyakan Petrus di depan umum, Yesus bertanya secara pribadi kepada Petrus. Dalam ayat ini Yesus menggunakan kata ‘Agape‘ (Kasih tanpa syarat). Pertanyaan Yesus dapat diterjemahkan seperti ini, “Petrus, apakah engkau ‘Agapao’ Aku?” Petrus menjawab “aku phileo”. Jadi Yesus menggunakan standart Allah. Jika kita mau mendapatkan kasih ‘Agape’ itu, urus jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan kepada kita.

Yoh.21:16, Yesus bertanya untuk kedua kali kepada Petrus, masih menggunakan kata ‘Agapao‘. Tapi ketika Yesus bertanya yang ketiga kali kepada Petrus, Yesus menggunakan kata ‘Philio‘ (Yoh.21:16). Sekarang pertanyaan-Nya kepada kita, “Apakah engkau mengasihi Aku?”  Jika kita berkata “Ya”, maka firman-Nya kepada “Gembalakan domba-domba-Ku.” (Urus jiwa-jiwa).

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:8)

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Roma 5:8)

Jadi Roh kudus telah diberikan kepada kita, karena itu kita sudah mempunyai kasih.  Allah mengasihi kita waktu kita masih berdosa. Sekarang Yesus sudah naik ke Sorga dan kita adalah perwakilan Yesus di bumi. Sebab itu kita mengasihi orang lain sekalipun mereka masih berdosa atau masih bersalah kepada kita. Itulah kasih Agape.

Jika kita mengasihi Yesus, berarti kita akan urus jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan kepada kita. Ketika kita urus jiwa-jiwa, kasih philia yang ada pada kita akan berubah menjadi kasih Agape. Yesus menanyakan hal ini kepada Petrus karena Yesus hendak menunjukan bahwa sekalipun kita gagal, sekalipun kita berbuat dosa, Yesus tetap mengasihi kita. Supaya kita memiliki kasih Agape ini, urus jiwa-jiwa, urus istri/suamimu, urus anak-anakmu, urus tetanggamu, urus mereka yang kehilangan pengharapan, itulah kasih Agape.

Petrus adalah seorang yang pernah menyangkal Yesus, tapi oleh perjumpaan dengan Tuhan, dia berubah menjadi radikal dan dia berkhotbah tiga ribu orang bertobat dan memberi diri dibaptis. (Kis.2:41).

“Apakah engkau mengasihi Aku?”  Pertanyaan ini akan sering kita dengar ketika kita melihat orang-orang yang terpuruk dan ketika ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.

Yesus mengasihi kita semua, seperti apapun keadaan kita saat ini, Yesus tetap mengasihi kita. Bagaimana dengan kita, apakah kita mengasihi Yesus? Apa tandanya bahwa kita mengasihi Yesus? Jawabnya; urus jiwa-jiwa.

Di kota ini ada banyak orang yang terpuruk, di pulau ini ada banyak orang yang kehilangan pengharapan. Mereka sulit menemukan jalan keluar dan jalan keluarnya hanya ada pada Yesus. Yesus telah naik ke Sorga dan Dia telah mencurahkan Roh kudus kepada kita. Sekarang kita adalah perwakilan Yesus di bumi. Sebab itu kita yang harus menyatakan kasih Kristus bagi dunia. Amin.

Leave a Reply