Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Naik Ke Gunung Tuhan

Ringkasan khotbah Pdt. Bambang Yonan
IR 3  – Minggu, 15 Mei 2016

Sifat dari api adalah dia tidak pernah turun ke bawah. Contoh kalau kita membakar korek api, api itu selalu naik ke atas. Jika kita merekayasa untuk menurunkan api itu ke bawah, maka api itu akan tetap mencari jalan untuk naik ke atas. Sebab itu pesan Tuhan bagi kita adalah bahwa musibah kebakaran yang menimpa kita, tidak akan membuat kita turun ke bawah, tapi hal itu akan membawa kita naik ke atas. Karena api akan membawa kita untuk terus naik ke atas.

3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” 4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. (Mazmur 24:3-5)

Orang-orang yang akan menerima berkat keselamatan dan keadilan adalah mereka yang mau naik ke atas gunung Tuhan yang kudus.

2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya 2:2-3)

Ini adalah nubuatan nabi Yesaya untuk apa yang akan terjadi di hari-hari terakhir. Hal ini sangat relevan dengan keadaan kita saat ini karena kita ada di hari-hari yang terakhir. Pertanyaannya, mengapa bangsa-bangsa berduyun-duyun hendak ke gunung Tuhan untuk mencari pengajaran dari Allah Yakub? Ada apa dengan Allah Yakub?

Allah Yakub adalah Allah yang tidak pernah membiarkan seseorang pergi dengan tangan hampa. Yakub bekerja 20 tahun dengan pamannya Laban. 14 tahun dia habiskan untuk memperoleh kedua orang istrinya. 6 tahun kemudian dia bekerja untuk memperoleh ternak-ternaknya. Jika Tuhan tidak menolong, maka Yakub akan keluar dengan tangan kosong (Baca Kej.29-31). Hal ini sama dengan ketika orang Israel hendak keluar dari Mesir, Tuhan tidak membiarkan mereka keluar dengan tangan hampa.

Di dunia ini ada banyak hal yang tidak pasti. Misalnya BMKG meramalkan musim hujan akan terjadi antara  bulan September sampai Desember 2015. Tapi ternyata kekeringan terjadi di mana-mana, sehingga petani mulai bingung untuk menentukan waktu untuk menuai dan waktu untuk menabur. Ketika bangsa-bangsa melihat ketidakpastian di dunia ini, maka mereka akan memutuskan untuk mencari pengajaran dari Allah Yakub.

Apa yang mau dilihat  dari Allah Yakub? 

Pada waktu Israel di padang gurun, Tuhan menyuruh Musa naik ke atas gunung, orang Israel sujud menyembah berhala (Keluaran 32). ‘Baal’ di dalam Alkitab disebut ‘The God of Harvest’. Baal ini adalah dewa yang menguasai seluruh penuaian dari hasil tanah. Jadi waktu mereka di padang gurun, yang mereka lihat adalah kematian, mereka tidak melihat ada tempat di mana mereka bisa menabur dan bercocok tanam. Yang mereka lihat hanyalah kematian di depan sedang menanti mereka. Tuhan berjanji untuk membawa Israel ke tanah yang berlimpah susu dan madu, tapi yang mereka lihat adalah kekeringan dan kematian. Oleh sebab itu mereka mencari pertolongan kepada Baal yang mereka kenal di tanah Mesir selama 430 tahun.

Pada waktu Musa di atas gunung, Tuhan memberikan satu perintah kepada Musa dari Ulangan 8:3. Memang ada kelaparan di tengah kita, ada kekeringan di tengah kita, ada padang gurun di depan kita, janji Tuhan masih jauh di depan.  Namun ketika kita ada di atas gunung, Tuhan memberikan petunjuk; “Jika kamu mau hidup di padang gurun, di tengah-tengah keadaan yang sangat sulit, maka jangan terlalu banyak mencari roti.” Kita harus membagi waktu antara sibuk mencari roti dan sibuk mencari petunjuk Tuhan. Jadi harus ada keseimbangan antara roti dan firman.

6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! 7 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. 8Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion. (Mazmur 84:6-7)

Masalah demi masalah akan membuat kekuatan kita berkurang. Apabila Anda hidup dalam tekanan, suka atau tidak suka, iman Anda aka menurun.

Alkitab mencatat tiga kali dalam setahun seorang laki-laki harus menghadap hadirat Tuhan di Yerusalem untuk merayakan ‘hari raya Roti tidak beragi, hari raya Tujuh Minggu dan hari raya Pondok Daun.  Jadi tiga kali dalam satu tahun, setiap laki-laki harus kembali untuk mencari Tuhan di  Yerusalem,  yaitu di Bukit Sion.

Mazmur 84:6, ‘Mengadakan ziarah’ yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah mencari Tuhan. Artinya orang yang mengandalkan Tuhan, orang yang mencari Tuhan sekalipun mengalami masalah, tekanan dan masa-masa yang sukar, tapi hal-hal itu tidak akan membuat mereka turun.

Yehezkiel 34:23  Pada hari-hari terakhir Tuhan akan mengangkat seorang gembala untuk menggembalakan umat Tuhan di atas gunung. Yehezkiel melihat bahwa akan ada satu umat yang tidak hidup di bawah gunung, tetapi umat ini adalah umat yang akan dibawa Tuhan untuk naik ke atas gunung. Mengapa kita perlu naik ke atas gunung? Karena pada waktu kita berada di bawah gunung, maka tekanan dan goncangan akan membuat kita mencari pertolongan kepada yang lain. (Yeh.34:26).

Mazmur 16:5-6  Daud tidak berasal dari suku Lewi, tapi Daud berasal dari suku Yehuda. Sebagai suku Yehuda, Daud mendapat warisan tanah yang berlimpah susu dan madunya. Tuhan membagi dua berkat kepada orang Israel: Kepada para Imam, Tuhan memberikan berkat sorgawi yaitu diriNya sendiri yang menjadi warisan kepada orang-orang Lewi. Tapi kepada suku-suku yang lainnya Tuhan memberikan kekayaan yang datang dari dunia ini.

Daud adalah seorang raja yang tidak pernah kalah dalam peperangan. Dia adalah raja yang besar, kaya dan ditakuti. Tapi ketika Daud berada di puncak keberhasilannya dia mau menukarkan segala keberhasilannya, kekayaan, jabatan dan segala sesuatu yang ada padanya dengan Tuhan sendiri.   Daud hanya ingin Tuhan yang menjadi warisan bagi dirinya.

Tuhan selalu memberikan pilihan kepada siapa kita mau beribadah, kepada Tuhan atau kepada mamon? Kita tidak bisa memilih kedua-duanya, kita hanya bisa memilih salah satu.

Bagaimana Tuhan mengetahui hati seseorang? 

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:21)

Bagi orang yang senang mengoleksi mobil, maka kekayaannya akan pergi ke mobil-mobil mewah tsb. Bagi orang yang senang kepada permata, maka dia akan mengoleksi permata-permata yang mahal-mahal. Orang yang senang dengan rumah, maka dia akan koleksi properti yang luar biasa. Sebaliknya orang yang hatinya melekat kepada Tuhan, maka hartanya juga akan mengalir ke rumah Tuhan.

Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. (Mazmur 73:25)

Mamur 23, 24 dan 25 adalah tiga Mazmur yang disebut Mazmur Kerajaan. Ketiga Mazmur ini setiap hari Sabat harus dibacakan di istana-istana raja.

Jika kita berkata Tuhan adalah gembala yang baik, berarti kita adalah domba-dombaNya. Daud bukan domba, tapi Daud adalah raja yang ditakuti, tapi Mazmur 23, 24, 25 harus dibacakan di istana raja setiap hari Sabat. Supaya para pemimpin tahu bahwa tidak ada bos di hadapan Tuhan. Satu-satunya bos adalah Tuhan pencipta langit dan bumi. Daud tahu posisinya dan dia menentukan pilihan yang benar.

Melalui penganiayaan dan penderitaan baru kita menemukan siapa yang kepadanya kita bersukacita. Jika bagian kita adalah Tuhan, maka apapun yang hilang dari hidup kita, kita akan tetap bersukacita.

Mengapa kita perlu naik ke gunung Tuhan?

14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” (Kejadian 22:9-14 )

Kata ‘Jehovah Yireh’ artinya Allah melihat. Setiap kali kita membersihkan tangan dan hati kita, membersihkan hidup kita dari masalah keuangan, kita bertindak benar, kita bersikap benar, dan kita mengambil keputusan yang benar, maka Tuhan melihat dan Dia menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. Amin.

Leave a Reply