Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

PARADIGMA BERGEREJA (Barnabas)

Bram and Dianne Manusama
Ringkasan khotbah Ps. Bram Manusama
IR 1 – Minggu, 17 April 2016

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)

Kata ‘kamu’ dalam terjemahan bahasa Inggris sifatnya jamak. Jadi kalau diterjemahkan “Kamu semua datang sebagai batu-batu hidup untuk saling membangun menjadi rumah Allah.” Jadi ketika kita bergereja, itu bukan untuk membangun ‘pelayanan’ tapi membangun ‘pelayan’. Sebagai pendeta, gembala, hamba Tuhan, kita harus bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya membangun pelayanan, organisasi, bisnis ataukah saya sedang membangun manusianya?” Sebab menurut ayat di atas kita adalah batu-batu yang tersusun itu. Batu-batu itu sebelum disusun harus dibentuk dahulu, inilah yang  kita kenal dengan ‘pemuridan’.

Kita harus selalu bertanya pada diri sendiri “Apakah saya membangun ‘pelayanan’ atau saya sedang membangun ‘pelayan-pelayan’?” Dalam membedakan antara membangun pelayan-pelayan dan membangun pelayanan, kelihatannya di permukaan bisa sama. Salah satu prinsip dalam membangun pelayan adalah “Saya tidak pakai pelayanan kalian untuk membangun pelayanan saya. Tapi saya memakai pelayanan saya untuk membangun kalian.”

Hal yang membuat kita sukacita bukan karena kita memiliki gedung yang megah, tapi karena kita memiliki pribadi-pribadi yang megah (Bangunan rohani yang megah).  Sehingga ketika kita ada di tengah lingkungan di mana kita ada, kita menjadi tontonan dan daya tarik bagi orang lain.

Berbicara tentang pemuridan Yesus telah menunjukan contoh yang jelas bahwa dengan memuridkan beberapa orang, Yesus sanggup mengguncang peradaban dunia. Kemudian rasul Paulus yang menulis sebagian besar kitab dalam perjanjian baru.

Kita akan melihat seorang yang tidak begitu terkenal yang bernama Barnabas.

36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (Kisah Para Rasul 4:36-37)

Kata ‘penghiburan’ dalam terjemahan lain berarti memberi dorongan (encourage). Pemuridan sebenarnya bicara tentang mendorong seseorang ke tempat yang seharusnya dia berada. Barnabas adalah contoh seorang yang memiliki hati yang terbuka untuk menerima orang lain.

26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. (Kisah Para Rasul 9:26-27)

Ada beberapa hal yang kita dapat belajar dari Barnabas:

1. Barnabas tidak takut mempertaruhkan reputasinya.

Di sini Barnabas mempertaruhkan reputasinya di hadapan para rasul yang lain. Banyak orang Kristen bahkan pemimpin-pemimpin gereja takut mempertaruhkan reputasinya untuk orang lain.

2. Barnabas memberi kuasa atau otoritas kepada Paulus.

Kisah para rasul 11 menerangkan bahwa ketika jemaat di Yerusalem mendengar bahwa sedang terjadi kebangunan rohani di Antiokhia, mereka mengirim Barnabas ke Antiokhia. Kemudian Barnabas pergi ke Tarsus untuk mengambil Paulus, lalu dibawanya Paulus ke Antiokhia karena dia melihat ada potensi besar di dalam orang ini. (Kis.11:25). Jadi dalam kehidupan Paulus pada mulanya dia dimentor oleh Barnabas.

Dalam Kisah rasul 11:19-30; 12:24-13:7, beberapa ayat selalu tertulis ‘Barnabas dan Saulus’. Biasanya siapapun yang namanya ditulis lebih dahulu dialah yang lebih menonjol. Tapi jika kita baca sampai Kisah para rasul 13:42 ditulis ‘Paulus dan Barnabas’, artinya di sini sudah terjadi perubahan, Pauluslah yang lebih menonjol. Ini adalah pelajaran bagi kita semua, khususnya pemimpin-pemimpin, “Beranikah kita membiarkan orang yang kita pimpin lebih menonjol dari pada kita?”

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (Yoh.14:12)

Berarti paling tidak kita dapat melakukan hal yang sama dengan apa yang Yesus lakukan.

Setelah berjalan bersama sekian lama, hubungan  mereka kemudian diuji. Kisah para rasul 15, ketika mereka pulang dari misi penginjilan (Baca Kisah.15:35-40). Paulus menolak Markus karena Markus pernah meninggalkan mereka di dalam pelayanan. Namun Barnabas mengambil Markus .dan Markus dimentor oleh Barnabas kira-kira sepuluh tahun. Sejak saat itu Paulus berjalan dengan Silas. Kemudian kita tidak mendengar lagi kisah tentang Markus.

10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas — tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu —  11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku. (Kolose 4:10-11)

23 Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, 24 dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku. (Filemon 1:23-24)

Di sini kita melihat perubahan pandangan Paulus terhadap Markus. Dahulu sewaktu Paulus berselisih paham dengan Barnabas, dia menganggap Markus tidak berguna, tapi sekarang berbeda.

9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. (2 Timotius 4:9-11)

Orang yang dianggap tidak berguna namun setelah sepuluh tahun dimentor oleh Barnabas, berubah menjadi orang yang sangat penting dalam pelayanan.

Pada waktu pemimpin-pemimpin dan murid-murid di Yerusalem menolak Paulus, hanya Barnabas sendiri yang membela Paulus dan mempertaruhkan reputasinya. Waktu itu Barnabas tidak tahu bahwa orang yang dia bela akan menjadi rasul yang terbesar di dunia, yang menulis kira-kira 2/3 dari kitab perjanjian baru.  Waktu Barnabas berselisih pendapat dengan Paulus dan membela Markus, dia juga tidak sadar bahwa yang dia bela adalah orang yang pertama kali menulis Injil (Injil Markus). Bahkan banyak hal yang Markus tulis dipakai oleh Matius dan Lukas.  Barnabas adalah contoh dari seorang yang membangun manusia. Membangun rumah Tuhan (Bait Roh Kudus).

Barnabas tidak menonjol seperti Paulus dan Petrus, tapi dia sangat signifikan. Seringkali  sebagai hamba Tuhan kita mau menonjol, tapi sebenarnya Tuhan mau kita signifikan. Contoh lain di zaman ini adalah Almarhum Mordecai Ham, seorang mantan petinju bayaran yang berubah menjadi penginjil. Dia datang dan berkhotbah dalam sebuah ibadah kebangunan rohani di kota Charlotte, negara bagian North Carolina.  Kemudian ada seorang pemuda berusia 17 tahun berdiri dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Ternyata pemuda ini adalah Billy Graham. Sejak malam yang penuh kenangan pada tahun 1936 itu, Billy Graham terus berkotbah kepada lebih banyak orang daripada Almarhum Pendeta Mordecai Ham, orang yang telah membimbingnya kepada Kristus. Di mata Pdt. Mordecai Ham, satu orang yang diselamatkan, tapi di mata Allah jutaan orang yang diselamatkan.

Seringkali kita mau kelihatan besar, sukses, menonjol dsb. Padahal Tuhan mau kita membangun manusia. Kita sering tidak tahu bahwa orang-orang yang kita layani sekarang akan menjadi seperti apa di kemudian hari. Sungguh indah jika kita dipercayakan Tuhan menjadi bagian dalam perjalanan hidup seseorang untuk menggenapi rencana-Nya.

Sebagai gereja kita harus tampil beda dalam membangun hubungan satu dengan yang lain. Pikirkan hal ini: orang yang di samping kita, mungkin satu saat dia akan menjadi orang seperti Billy Graham. Mungkin satu saat dia akan menjadi Walikota atau Gubernur, dsb.

Tuhan punya panggilan atas hidup kita, buka hati kita. Jadilah pribadi-pribadi yang memiliki hati yang besar. Jadilah orang-orang yang signifikan bagi Kerajaan Allah. Amin.

 

Leave a Reply