Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

MENYEMBAH ALLAH LAIN

Ringkasan khotbah Bpk. Jonny Herjawan
Minggu, 03 April 2016

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yesaya 40:31)

Jika dihubungkan dengan tema kita, menjadi “mereka membangun dan tidak menjadi lelah.” Seperti itulah orang-orang yang menantikan kekuatan Tuhan.

Ada dua dasar yang harus kita pahami:

1. Perbedaan antara ‘menunggu’ dan ‘menantikan’.

Ada dua istilah; yang pertama ‘menunggu’, yang kedua ‘menantikan’. ‘Menunggu’ memiliki makna: Jika jadi syukur, jika tidak tidak ada masalah. ‘Menantikan’ artinya ada sesuatu yang kita tahu pasti datang.

Matius 20:1-7 Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur.

Perumpamaan ini memberikan gambaran kepada kita bahwa orang-oang yang ada di pasar ini sedang  menantikan panggilan kerja. Jika orang-orang ini hanya menunggu, maka sebaiknya mereka tunggu di rumah sampai mendapat panggilan kerja. Tetapi mereka menantikan dengan setia karena mereka tahu bahwa tuannya pasti datang. Jika mereka tidak yakin, maka mereka pasti pulang. Pengharapan itu seperti sauh yang kokoh (Ibrani 6:19). Jadi firman Tuhan mengajar kita untuk aktif, bukan pasif. Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Carilah maka engkau akan mendapatkan, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu.

2. Ada bagian yang perlu kita lakukan supaya Tuhan melakukan bagian-Nya.

1 Korintus 3:6-7,  Jadi untuk segala sesuatu bertumbuh, ada bagian yang harus kita lakukan. Untuk menumbuhkan adalah bagian Tuhan, tapi untuk menanam dan menyiram itu bagian kita.  Tuhan akan mampukan kita untuk membangun. Bagaimana cara Dia membangun? Itu bukan bagian kita. Bagaimana benih bisa jadi pohon? Itu bukan bagian kita. Bagaimana caranya anak kita dapat tumbuh menjadi besar? Itu juga bukan bagian kita. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya anak kita tetap sehat. Agar Tuhan menjadikan benih itu tumbuh, maka bagian kita adalah menanam dan menyiram. Namun seringkali kita suruh Tuhan tanam dan siram, kemudian kita yang pikirkan bagaimana caranya bertumbuh. Seringkali kita suruh Tuhan bagaimana mencari dananya dan kita yang pikirkan bagaimana caranya membangun.

Banyak kali kita menunggu Tuhan. Padahal Tuhan sedang menunggu kita bergerak. Tuhan hanya perlu kita melangkah kemudian Dia yang akan mengambil alih. Ingat kisah Musa pimpin Israel menyebrangi Laut Teberau (Keluaran 14:15-31) dan kisah Yosua memimpin Israel menyeberangi sungai Yordan (Yosua 3).

13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, 14 dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (Ulangan 28:13-14)

Ada 2 hal yang dapat kita pelajari dari pembacaan di atas:

Pertama: Naik, bertumbuh dan membangun, bukan hasil usaha kita.

Jika kita melakukan sesuatu untuk membangun, yang penting bukan apa yang telah kita berikan, tapi pikirkan bahwa Tuhanlah yang membangunnya. Tuhanlah yang membuat kita naik, tumbuh dan berhasil dalam membangun.

… Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. (Mazmur 127:1)

Kedua: Jangan ngotot dalam membangun.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mazmur 127:2)

Tuhan memberikan kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur, bukan yang mencintai-Nya. Hari ini pastikan bahwa kita semua dicintai oleh Tuhan. Jika Tuhan berkata, “engkau akan tetap naik”, artinya hal ini bukan hanya diwaktu-waktu tertentu, tapi berlangsung terus menerus.

“Menjadi kepala dan bukan ekor, engkau akan naik dan tidak turun” bukanlah tujuan. “Engkau akan membangun, engkau akan mendirikan rumah Tuhan” itu bukan tujuanmu. Itu adalah akibat dari suatu sebab yang engkau lakukan. Jadi jika penyebabnya adalah mendengar perintah Tuhan, melakukannya dengan setia, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, mengikuti Allah lain. Maka akibatnya adalah engkau akan jadi kepala bukan ekor, engkau akan naik dan bukan turun, engkau akan dibuat-Nya berhasil, suatu hari depan yang penuh harapan.

Jadi ada empat sebab yang harus kita lakukan supaya kita berhasil sesuai firman Tuhan:

  1. Mendengar perintah Tuhan.
  2. Melakukannya dengan setia
  3. Tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri
  4. Tidak menyembah allah lain dan beribadah kepada-Nya.

Poin 1-3 mungkin kita telah melakukannya, tapi untuk poin yang ke-4, yaitu: tidak menyembah allah lain. Apakah kita juga sudah melakukannya?

Siapakah allah lain? Mungkin kita sudah mendengar perintah Tuhan, melakukannya dengan setia, tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, tapi apakah kita tidak menyembah allah lain?

Matius 6:24 Jadi lawannya Tuhan bukan iblis, tapi Mamon. Matius 6:25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, …..”

Pertanyaannya sekarang, “Siapa yang saudara nantikan? Siapakah yang kita harapkan untuk datang? Tuhan ataukah Mamon?” Jika kita berharap kepada Tuhan dan kita percaya bahwa dia pasti datang, maka kita pasti menanti dan tidak menjadi kuatir. Tapi jika kita berharap kepada Mamon, maka kita akan menjadi kuatir.

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?  32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (Matius 6:31-32)

Jangan-jangan kita selama ini ke gereja, tapi kita sedang menyembah allah lain. Jadi allah lain dalam hidup kita salah satunya adalah ‘kekuatiran’. Jadi kalau kita kuatir, artinya kita sedang menantikan Mamon. Jika kita menantikan Tuhan, Dia pasti datang sepasti keselamatan yang kita terima. Sepuluh peritah dalam hukum Taurat yang pertama adalah “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Kel.20:3). Sama halnya dengan Tuhan berkata “Jangan ada padamu rasa kuatir.”

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

Jadi yang harus kita nyatakan kepada Allah adalah keinginan di dalam doa dan ucapan syukur. Tapi yang seringkali terjadi adalah kita menyatakan kekuatiran kita di dalam doa. Berarti kita sedang berdoa kepada Tuhan di dalam gereja sambil menyembah allah lain.

Yohanes 3:16 Ini adalah jaminan bagi kita, karena itu yang perlu kita lakukan adalah minta, ketuk dan berharap, maka semuanya akan kita terima. Yesus berkata: “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30). Jadi waktu kita kuatir artinya kita meragukan kasih Tuhan kepada kita.

Kejadian 32:6-12  mengisahkan Yakub yang takut bertemu dengan Esau kakaknya.  Ayat 9-10

Yakub berdoa kepada Tuhan dan Tuhan berjanji akan berbuat baik kepadanya. Tapi di saat yang sama juga dia kuatir akan keselamatannya (ayat 7, 11). Dengan kata lain dia berdoa kepada Tuhan, tapi dia juga menyembah allah lain. Ketakutan bisa dimitigasi (mengurangi resiko), tapi kekuatiran membuat kita jadi tidak produktif.

Pasal 33 menerangkan bahwa untuk pertama kalinya Yakub mengirim anak dan isterinya ke seberang dan dia tinggal sendirian. Kemudian malaikat Tuhan datang begumul dengan dia (Kej.32:22-28). Kejadian 33:4-10,  menerangkan bahwa yang mendamaikan Yakub dengan Esau bukanlah persembahan yang Yakub bawa kepada Esau, tapi yang mendamaikan Yakub dengan Esau adalah perjumpaan Yakub dengan Allah. Jadi Yakub yang kuatir berubah ketika Israel muncul dan kekuatirannya hilang.  Di dalam hidup seringkali kita minta Tuhan singkirkan Esau dari hidup kita. Sebab kita kuatir akan Esau dalam hidup kita. Padahal Tuhan tidak pikirkan Esau, tapi yang Tuhan inginkan yaitu; Yakub berubah menjadi Israel (Bd.Amsal 16:7).

Ini waktunya bahwa doa kita tidak berfokus pada kekuatiran, tapi berdoalah dengan keyakinan akan janji Tuhan. Amin.

Leave a Reply