Loading…

READY TO ROCK?

Click the button below to start exploring our website and learn more about our awesome church
Start exploring

Menjadi Dewasa

Ringkasan khotbah DR. Paul Hawkins
Minggu, 06 Maret 2016

Setiap kita pasti menghadapi masalah, tapi fokus kita dalam menghadapi setiap masalah seharusnya ‘Tuhan dipermuliakan melalui setiap masalah ini’. Kita semua tahu ada sesuatu tentang api, karena api itu memurnikan. Apa yang terjadi dalam pekerjaan pembangunan gereja secara fisik, juga sedang terjadi di dalam jemaat secara rohani. Tapi jika hati kita digali, itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Tahukah Anda jika kita sedang dibersihkan oleh Roh kudus, Dia mengeluarkan lapisan yang paling atas (semak dan duri). Semak dan duri bicara tentang semua masalah yang menarik perhatian kita di dunia ini. Pesan Tuhan bagi kita saat ini adalah “Ini waktunya untuk  kita bertumbuh.” Pada waktu Tuhan sedang membangun gereja, Dia juga sedang melakukan perkara-perkara besar dalam kehidupan kita.

6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:6-7)

Jadi setelah kita diselamatkan ini waktunya untuk kita berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Hal ini berhubungan dengan kedewasaan. Rasul Paulus mengulangi kata-kata itu dalam suratnya kepada jemaat Efesus. (Efesus 2:19-22). Tuhan sedang membangun kita sebagai baitNya yang kudus. Kita sedang berubah dari musim yang lama kepada musim yang baru. Di musim yang baru inilah waktunya untuk menjadi dewasa.

13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,  … (Efesus 4:13-15)

Kita semua tahu bahwa hidup yang kekal adalah mengenal Tuhan.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

Kata mengenal di sini bukan hanya pengetahuan, tapi bicara tentang hubungan intim yang semakin hari semakin dalam dengan Tuhan. Jika Anda menikah anda harus tahu bahwa pasangan suami istri itu tidak otomatis mempunyai hubungan pernikahan yang indah, tapi anda harus membangunnya dengan seksama. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan, sikap kita tidak boleh pasrah namun kita harus menggali hubungan kita.

Sebab itu kita harus bekerja sama pada waktu Tuhan menggarap atau membersihkan hidup kita. Katakan kepada Tuhan, “Tuhan, silahkan bekerja di dalam hatiku, perbaharui, perbaiki apapun di dalam hatiku, karena aku tahu bahwa Engkau mengasihiku.” Jika Anda takut berdoa seperti ini berarti Anda belum benar-benar mengenal Tuhanmu. Tuhan kita adalah Tuhan yang dapat dipercaya, dia tidak pernah gagal dan Dia selalu meberitahukan kebenaran. Dia adalah Tuhan yang maha kasih, maha pemurah, maha penyayang di atas segala pikiran dan imajinasi kita dan Dia selalu sabar menunggu kita. Pemazmur berkata, “Ingat Tuhan, kami ini hanya debu tanah.” Artinya “Tuhan, sabar sama kami karena kami ini hanya debu tanah.”

Dalam waktu dekat ini para kontraktor akan membangun fondasi dari gedung gereja kita. Gedung yang semakin besar membutuhkan fondasi yang lebih kokoh. Biasanya saat pekerja menggali dan membangun fondasi kita tidak akan melihat apa yang sedang dibangun, karena apa yang dibangun semuanya berada di dalam. Jika kita melihat pembangunan gedung-gedung bertingkat, pada bulan-bulan pertama kita akan terasa lama. Demikian halnya dengan fondasi untuk membangun kehidupan kita membutuhkan waktu.

I Raja-raja 5, raja Salamo menaruh 3 macam batu-batuan berharga dan dimasukan di dalam fondasi bait Allah. Secara Alkitabiah fondasi itu diperlakukan dengan sama. Ada batu-batuan yang besar, ada batu-batuan yang mahal dan ada batu-batuan yang dipahat.

1. Batu-batuan besar.

Batu-batu yang besar mewakili hati nurani kita. Hati nurani adalah tempat dimana kita tahu mana yang salah dan mana yang benar dan kita tahu dimana Tuhan berbicara kepada kita.

Jika kita melihat kitab Yosua pasal yang terakhir, sebelum mereka memasuki tanah perjanjian, Yosua membangun sebuah batu pahatan yang besar di sana. Batu ini akan menjadi saksi buat kita. Itulah sesungguhnya tugas dari hati nurani kita, sebab hati nurani kitalah yang menjadi saksi apakah kehidupan kita itu benar atau salah. Ada masa dimana saat menggali fondasi Tuhan akan meluruskan dan memurnikan hati nurani kita. Jika sekarang waktunya pendewasaan, maka kita harus mengembangkan diri kita. Tuhan itu terang dan terang tidak pernah bersekutu dengan kegelapan. Jika kita berjalan bersama-sama di dalam terang, artinya terang dan terang selalu bisa bersekutu bersama-sama. Dan Tuhan akan menyelesaikan konflik demi konflik di dalam hubungan kita sebagai jemaat dan dalam setiap level. Tuhan akan menyelesaikan konflik di lingkungan gereja, antara pemimpin dengan pengerjanya, antara suami istri, antara orang tua dengan anak, di dalam tim-tim pelayanan. Dia akan menyelesaikan konflik demi konflik, tapi dibutuhkan untuk kita berjalan di dalam terangNya. Sampai di sini kita dituntut untuk memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.  Bagi orang Kristen yang dewasa hal ini harusnya sudah menjadi pola hidup sehari-hari.

Definisi dari kebenaran adalah melakukan kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)

Jika kita menggerutu dan tidak mengucap syukur berarti kita sedang berada di luar kehendak Tuhan.  Alkitab mengajarkan bahwa ini adalah kehendak Tuhan, supaya kita menghindari perselingkuhan atau hubungan di luar pernikahan. Alkitab dengan jelas menjelaskan bahwa perselingkuhan itu adalah dosa dan akar perzinahan adalah penyembahan berhala. Akar kata dari penyembahan berhala sama dengan akar kata dari prostitusi atau pelacuran. Sebab Alkitab berkata bahwa penyembahan berhala adalah pelacuran secara rohani.

Banyak orang Kristen tidak mengerti ketika mereka meminta api dari Tuhan. Ada macam-macam api: Pertama adalah api kekudusan. Jika ada api kekudusan datang, maka yang mula-mula terjadi adalah pertobatan.

2. Batu-batuan yang mahal.

Batuan yang mahal mewakili identitas kita. Apakah kita menyadari betapa berharganya kita?  Yesus mati untuk menyelamatkan kita, karena kita begitu berharga di mataNya. Kalaupun Anda adalah satu-satunya orang yang berdosa di dunia ini, Yesus tetap datang untuk mati bagi Anda. Ada banyak orang yang tidak menghargai dirinya sendiri seperti Tuhan menghargainya.

Pada waktu Anda menyembah Tuhan, apakah dalam waktu yang bersamaan Anda juga mendengarkan suara-Nya? Sebab Tuhan mau berbicara sesuatu kepada Anda dan itu adalah bagian dari pendewasaanmu. Pastikan bahwa kuping rohani kita selalu terbuka untuk mendengar suaraNya.

Kita telah diajarkan bahwa takut akan Tuhan adalah membenci dosa. Jika kita berdosa, hal itu karena kita menyukai dosa atau tidak membenci akan dosa. Anda tidak mungkin melakukan apa yang Anda benci sebaliknya Anda akan melakukan sesuatu yang Anda sukai.  Bagian kita adalah melihat dan menerima identitas kita sebagaimana Tuhan menghargai, mengasihi dan melihat diri kita.

Kita harus mengerti bahwa kita diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya dan kita harus mengerti apa visi untuk hidup kita.

Kita akan menemukan jati diri kita yang sesungguhnya ketika kita menemukan siapa Tuhan kita yang sesungguhnya.

Setiap kebutuhan kita bisa dipenuhi pada waktu kita menerima pewahyuan lebih mengenai Tuhan kita.

3. Batu pahatan

Batu pahatan mewakili visi dan tujuan. Amsal berkata tanpa visi, maka liarlah negeri (Amsal 29:18). Tuhan ingin setiap kita memiliki visi dan tujuan dalam kehidupan kita.

Anda perlu menyadari bahwa fondasi Anda bisa tidak benar. Dosa dapat membawa polusi di dalam fondasi kita. Nubuatan yang salah bisa membuat fondasi yang salah Misalanya kata-kata sia-sia yang ditujukan kepada seseorang. Berita baiknya kita bisa meminta Tuhan membersihkan fondasi-fondasi yang terpolusi. (Mazmur 18:15-16).

Hal ini akan terjadi atas jemaat di tempat ini, jika jemaat ini hidup  dalam damai, dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan artinya membenci akan dosa. (Kisah para rasul 9:31)

Sementara kita mengamati perkembangan dari pembangunan gedung gereja secara fisik, kita perlu mengingat bahwa perkembangan pembangunan secara fisik adalah sesuatu yang profetik terhadap perkembangan rohani kita di dalam Tuhan. Sebagai pribadi, sebagai keluarga, sebagai tim pelayanan, dan sebagai jemaat secara keseluruhan. Jika ada masalah di dalam pembangunan, jika ada penundaan atau kesalahan, maka kita perlu bertanya kepada Tuhan, “Apa masalah di dalam kerohanian kita.” Sebab proses pertumbuhan bangunan itu paralel dengan pemurnian dan pendewasaan kita sebagai jemaat. Amin.

Leave a Reply